Diduga Markas NII, Polisi Gerebek Rumah di Ciracas

Selasa, 11 Maret 2003 | 09:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Polres Metro Jakarta Timur menggerebek sebuah rumah yang berada di blok H nomor 180-181, RT 02/03, Kapling Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Rumah kontrakan tersebut diduga digunakan sebagai markas Negara Islam Indonesia (NII). “Pengerebekan itu dilakukan setelah ada laporan dari seorang wanita yang mengaku dipaksa ikut dalam organisasi itu,” kata salah seorang petugas di Mapolsek Ciracas.
Namun, Kepala Satuan Intelejen Pengamanan Polres Jakarta Timur Komisaris Polisi Samsuri belum bisa memastikan penggerebekan tersebut berkaitan dengan NII. Menurut dia, dalam penggerebekan itu tidak ada seorang pun yang ditahan.

“Saat digerebek, mereka lari,” kata Samsuri. Hingga kini, pihaknya masih menganggap organisasi itu sebagai sebuah modus untuk mendapatkan uang. “Itu hanya orang-orang yang melakukan modus untuk cari uang. Korbannya pun mahasiswa-mahasiswa bodoh,” kata dia.

Penggerebekan itu sendiri dilakukan setelah ada informasi dari seorang mahasiswi Universitas Borobudur bernama R. Damayanti yang mengaku diajak masuk NII. Dalam doktrin perekrut, Damayanti diminta berhijrah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ke NII. Dia juga diminta untuk mengajak orang tuanya mengikuti perjuangan itu. “Kalau tidak mau, orang tua halal dibunuh,” kata Samsuri menirukan ucapan Damayanti.

Sementara itu, menurut Abdullah, warga yang tinggal di rumah nomor 122-123, dirinya melihat adanya aktivitas beberapa laki-laki dan perempuan di tempat tersebut. Mereka tinggal di rumah berlantai dua itu selama dua bulan. “Mereka mengontrak Rp 11,5 juta pertahun,” kata dia.

Secara pribadi, Abdullah mengaku curiga dengan aktivitas di dalam rumah tersebut. “Saya sebagai warga merasa aneh karena mereka menjawab berbeda-beda saat ditanya hal yang sama,” ujarnya.

Menurut Abdullah, sebagian dari mereka mengatakan, rumah itu digunakan untuk kegiatan kelompok mengajar. Namun, sebagian lainnya mengatakan bahwa rumah tersebut digunakan untuk konsultan dan lain-lain. “Mereka rata-rata anak ABG, anak kuliahan, dan tidak ada pakaian yang khusus,” kata dia. Menurutnya, dalam kegiatan sehari-hari mereka hanya kumpul-kumpul dan tidak akrab dengan warga sekitar.

“Kadang-kadang sekelompok perempuan masuk ke sana, ngobrol ramai, setelah beberapa lama, mereka keluar. Sorenya, ganti sekelompok laki-laki,” kata Ny. Mudiono, yang tinggal tepat di depan rumah tempat penggerebekan dilakukan. “Mereka cewek dan cowok. Ada seorang ibu-ibu dengan anak berusia dua tahun," katanya.

Menurut Ny. Mudiono, rumah itu dimiliki oleh seorang perempuan bernama Pipit yang tinggal di Cawang. Rumah itu disewakan sejak dua bulan lalu.

Kasus tersebut kini tengah ditangani Polres Jakarta Timur. Di tempat penggerebekan, pagar depan rumah dua lantai itu ditutup garis polisi. Warga di sekitar lokasi tidak mengetahui soal penggerebekan semalam. Bahkan mereka menyangka penggerebekan itu terkait dengan narkotika. (Purwanto-Tempo News Room)






Komentar Anda

Kirim