Awak Redaksi RCTI Tetap Tolak Derek Manangka
Selasa, 11 Maret 2003 | 10:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jajaran Redaksi berita RCTI tetap bersikukuh menolak untuk menolak calon pemimpin redaksi baru RCTI Derek Manangka. Padahal, rencananya hari Senin (10/3) kemarin, Derek Manangka akan mulai aktif di RCTI. Namun sampai Selasa (11/3), belum tampak kehadirannya di RCTI. “ Begitu Derek Datang saya langsung mengundurkan diri,” kata Ivan Haris, Wakil Pemimpin Redaksi RCTI kepada Tempo News Room
Setelah rapat internal RCTI,yang juga dihadiri Direksi, Senin kemarin, pihak redaksi tetap pada keputusan semula, untuk menolak kehariran Derek pada jajaran redaksi RCTI. Menurut Ivan, alasan redaksi menolak adalah figur seorang Derek yang sudah mempunyai kredibilitas buruk di lingkungan pers.
Selain itu, menurut sumber Tempo News Room, Derek masuk ke RCTI melalui pemegang saham mayoritas Hari Tanoesoedibyo atas tekanan Panda Nababan untuk kepentingan sebuah partai politik menghadapi pemilu 2004. Sampai saat ini, mayoritas staff redaksi RCTI menolak kehadiran Derek dan sebagian lagi lebih memilih abstain.
Ivan Haris menuturkan barhwa rencana ini sudah ada sejak beberapa bulan yang lalu namun ditentang oleh redaksi, tiba-tiba Senin kemarin ada rencana Derek akan mulai aktif di RCTI. Para pemimpin redaksi RCTI mengancam akan mengundurkan diri jika recana itu terealisasikan. “Saya lebih baik keluar,” kata Ivan Haris.
Menurut Ivan, jajaran pemberitaan RCTI saat ini sedang membenahi dan menata kembali kinerja di redaksi yang menyiarkan program berita ‘Seputar Indonesia’. “Saya tidak rela RCTI hancur oleh seorang Derek,” kata Ivan. Untuk itu, Ivan Haris sudah bertemu langsung dengan Panda Nababan dan Derek Manangka sebanyak dua kali untuk menyampaikan secara langsung keberatan redaksi.
Aksi penolakan ini sebenarnya sudah mendapat dukungan dari direksi RCTI, termasuk direktur utama Wisnu Hadi. Wisnu sendir sudah mengikuti rapat bersama redaksi yang membahas penolakan Derek ini. Namun karena yang memplot Derek adalah Hari Tanoe yang notabene pemilik maka agak sulit untuk melakukan desakan mundur ini.
Namun hal ini dibantah oleh Hari Tanoe sendiri. Dirinya merasa tidak ikut-ikutan mengenai masalah ini. “Wah satya gak tahu itu. Tanya saja sama RCTI,” kata Hari Tanoe. Ketika didesak Hari tetap saja mengelak keikut sertaanya. “Saya gak ada hubungannya,” katanya.
Bantahan juga datang dari Panda Nababan, menurutnya tidak ada niat sedikitpun dari partainya untuk memasukkan orang. “ Saya bukan pengurus partai, dari partai sendiri gak ada niat untuk bikin trompet,” kata Panda Nababan kepada Tempo News Room, Selasa (11/3).
Menurut Panda, Ivan Haris menolak kehadiran Derek karena akan menghambat obsesi Ivan Haris menjadi Pemimpin Redaksi. “Ivan belum kenal derek saja,” tambah Panda. Namun hal ini dibantah mentah-mentah oleh Ivan Haris. “Saya tidak rela kalau RCTI dirusak oleh seorang Derek,” kata Ivan.
Priandono --- Tempo News Room





