Pasien “Isolasi” Di RS Mitra Keluarga
Selasa, 01 April 2003 | 14:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rumah Sakit Mitra Keluarga Internasional menolak memberi keterangan tentang seorang pasien yang dikabarkan mengidap SARS (severe acute respiratory syndrome). Menurut staf hubungan masyarakat rumah sakit di wilayah Kampung Melayu Jakarta itu, hingga saat ini mereka belum menerima pasien yang mengidap penyakit yang mengerikan itu. “Saya tidak mau berkomentar apa-apa,” katanya ketika ditemui Tempo News Room, Selasa (1/4).
Namun staf yang menolak menyebut namanya itu membenarkan ada pasien bernama BM yang menginap di salah satu kamar di RS Mitra Keluarga. Sayangnya, Direktur Utama RS Mitra Keluarga, Rudi Cahyadi, menolak ditemui. “Bapak sedang sibuk,” kata sekretarisnya.
Sebelumnya tersiar kabar adanya pasien berinisial BM di RS Mitra Keluarga yang terserang virus SARS. Tempo News Room mencoba menjenguknya di rumah sakit tersebut. Saat memasuki ruang perawatan intensif, terpampang papan larangan dengan tulisan “BM hanya boleh dikunjungi oleh istri dan anak-anaknya”. Ketika ditemui Tempo News Room, istri BM tampak lelah dan pucat. Meski menunggu suaminya di RS tersebut, namun sang istri ditempatkan di lantai yang berbeda. “Saya tidak mau komentar,” katanya pendek. BM sehari-harinya bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Siloam Gleneagles di Karawaci, Tangerang.
Chief Executive Officer RS Siloam Gleneagles, Grace Frelita, membenarkan BM bekerja di rumah sakitnya. “Dia ahli orthopedi,” katanya. Namun, dia membantah dokter itu mengidap SARS. Menurut dia, Bisatyo terkena pneumonia. Bedanya dengan SARS, pneumonia disebabkan oleh bakteri, sedangkan SARS oleh virus. Lagipula, pasien SARS tidak bisa ditolong. “Sementara dokter BM keadaannya makin membaik,” kata Grace.(Multazam dan Sri Wahyuni – Tempo News Room)




Komentar Anda :