Ribuan Penonton Pulang Dengan Tertib
Sabtu, 30 Agustus 2003 | 17:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Berbeda dengan pelaksanaan konsernya, ribuan orang penonton Kantata Takwa pulang dengan tertib.
Sebagian besar penonton pulang melalui pintu timur parkir Senayan. Mereka keluar untuk mendatangi sepda motor yang mereka parker jauh di luar arena konser, atau bus-bus kecil Kopaja dan Metro Mini yang mereka sewa ketika datang. Yang terakhir ini umumnya dilakukan para simpatisan Iwan Fals yang tergabung dalam cabang-cabang Yayasan Oi (Orang Indonesia).
Menurut Aris, warga Cikarang, konser Kantata Takwa kali ini tidak separah ketika 1998. "Meski ada kerusuhan, ini kecil saja,” katanya. Ia menyatakan, saat 1998 kerusuhan merebak hingga ke panggung. Aris mengaku sempat kecewa terlalu lama menunggu kemunculan Iwan Fals di panggung. Namun ia setuju bila dikatakan konser kali ini lebih meriah. “Pokoknya sesuai harapan saya,” katanya.
Dari kerusuhan kecil yang terjadi, sejumlah korban mau tak mau muncul. Menurut Iptu Pol. Mardjono, jumlah yang ditangani Tim Kesehatan Lapangan (Keslap) Polda Metro Jaya sebanyak sembilan orang. Satu diantaranya, Ahmadi, 19 tahun, warga Kramat Jati, dilarikan ke Rumah Sakit Pelni karena mengalami luka bacok yang cukup parah di lengan kanan atas. Dari RS Pelni ia kemudian dibawa ke RSCM.
Korban lain yang mengalami luka ringan dan pingsan adalah Ian, 19 tahun Waga Taman Puring, Jaksel. Ia mengalami luka di bagian pelipis; Dedy (28), Warga Jelambar, luka robek di bagian lengan kiri; M. Nofian (19), warga Kramat Jati mengalami luka lecet di bagian lengan; Irfan (20) warga Cikokol Tangerang, mengalami luka di bagian sikut kiri karena jatuh terdorong oleh massa; Heru (18), warga Cengkarrng, luka pada bagian pergelangan tangan kanan; Novi (20) warga Ciledug, Tangerang luka di bagian kepala kanan akibat terkena lemparan botol saat kerusuhan; serta Acong (24), warga Ciledug yang pingsan di tengah-tengah kerumunan massa. Kondisi Aconmg saat ini kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang.
yang tersisa dari konser itu sendiri adalah bercecerannya sampah, terutama sampah plastik berupa botol minuman. Puluhan pemulung nampak sigap memunguti sampah yang terserak itu.
Sebagian penonton yang tidak emmbawa kendaraan nampak mencoba menghentikan mobil-mobil pribadi ataupun taksi. Sayang, kedua jenis kendaraan tersebut segera menambah gas ketika anak-anak muda itu menghentikan mereka. Akibatnya, tak jarang dari para penonton itu yang berjalan kaki pulang ke tujuan masing-masing.
detrizki dan dewi retno/TNR





