Pasien Tewas Setelah Melompat dari Lantai 5
Selasa, 09 Desember 2003 | 16:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang laki-laki paruh baya, Mamay Riskomar (54 tahun), nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai lima Gedung Teratai Rumah Sakit Fatmawati, Selasa (9/12) pagi.
Menurut Juru Bicara RS Fatmawati Al Saqiq Hafid, dua hari sebelumnya, Minggu (7/12), Mamay menjadi pasien Unit Gawat Darurat RS Fatmawati. Mamay didiagnosa menderita Diabetes Melitus dan TBC yang kronis sejak setahun yang lalu. “Selama itu pasien menjalani berobat jalan di satu Puskesmas,” katanya.
Mamay masuk di kamar 501 lantai lima Gedung Teratai. Selama menjalani perawatan ia selalu mengeluh gerah dan haus kepada anaknya, Imam Aprianto. Anaknya sendiri selalu menunggui Mamay sejak pertama kali masuk RS Fatmawati. Mamay pun mendapatkan perawatan secara intensif dari pihak RS Fatmawati.
Pagi tadi pukul 06.30 WIB Mamay kembali diperiksa tensinya oleh salah satu perawat. Saat diperiksa tensinya ia sempat menanyakan berapa tekanan darahnya dan dijawab bahwa tekanan darahnya mencapai 10/80 mmHg. Saat itu tidak ada reaksi apapun. Usai pemeriksaan perawatpun keluar dari kamar Mamay.
Entah ada motivasi dari mana, Mamay pun melepas infus yang masih menancap di tangannya. Ia bergerak ke arah jendela yang terbuka. Ketika itu Imam, sang anak, masih menunggu di luar ruangan. Salah seorang ibu penunggu pasien di ruangan yang sama segera keluar memberi tahu Imam. “Ibu itu mengatakan ayahnya melepas infus,” kata Hafid.
Imam pun terhenyak dan buru-buru memasuki ruangan ayahnya. Begitu ia masuk ruangan ayahnya, ternyata Mamay telah berdiri di genteng luar jendela dengan bantuan sebuah bangku. Imam terperanjat dan memanggil ayahnya. Mamay sempat menengok anaknya terakhir kali. Ia pun meloncat dari lantai lima tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Akibatnya, Mamay tewas seketika. Ia terjerembab dengan posisi kepala miring. Bagian muka sebelah kiri menempel di tanah dan mengalami luka. Menurut Hafid luka yang terlihat hanya lecet-lecet. Ia menduga kemungkinan Mamay menderita luka bagian dalam. “Visum luarnya sudah dilakukan di Instalasi Forensik dan Perawatan Jenazah,” jelasnya.
Peristiwa ini merupakan pertama kali yang terjadi di RS Fatmawati. Pihak rumah sakit juga belum menemukan indikasi apa yang mendorong Mamay melakukan bunuh diri sehingga tidak bisa memastikan apakah Mamay mengalami tekanan karena sakit yang menahun itu.
Sebagai rasa ikut berduka, kata Hafid, pihak rumah sakit tidak menarik biaya sepeserpun dan semua ditanggung oleh pihak rumah sakit. Jenazah Mamay juga diantar ke rumahnya di Bogor dengan ambulans dari RS Fatmawati. “Itu atas permintaan keluarganya,” tandasnya.
Andi Dewanto – Tempo News Room




Komentar Anda :