Rombongan Harley Davidson Main Keroyok
Sabtu, 27 Desember 2003 | 19:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Nasib naas menimpa Gunawan, 50 tahun. Warga kompleks Institut Pertanian Bogor, ini menjadi korban keroyokan rombongan Haley Davidson Club Jakarta. Peristiwa tersebut berlangsung di Jalan Raya Semplak, Kota Bogor, Sabtu (27/12) pagi.
Kisah ini bermula Gunawan hendak mengajak anak istrinya jalan-jalan menikmati hari libur. Dia bersama keluarganya naik mobil Toyota Kijang. Saat akan melintas jalan raya, dari arah belakang terdengar suara sirene yang disusul iring-iringan motor besar dan dikawal Polisi Militer.
Gunawan yang mendengar raungan sirene tersebut berusaha memperlambat laju mobilnya dan menepi. Dari arah belakang seorang pengendara Harley terlihat ngebut. Rupanya, dia tidak sempat memperlambat laju motornya. Akibatnya, mobil Gunawan tertabrak dari belakang hingga penyok. Tabrakan beruntun sesama konvoi tidak bisa dihindari.
Para anggota konvoi ramai-ramai turun dari motornya. Di antara mereka memaksa Gunawan turun dari mobilnya. Seakan dikomando, Gunawan dihajar sampai babak belur saat keluar dari mobil. Istri dan anak Gunawan menjerit ketakutan dan minta ayahnya tidak dipukuli. Pengeroyokan ini mengakibatkan sekujur tubuh korban memar, pipi kirinya sobek lantaran terkena tendangan sepatu. Gunawan dibawa ke rumah sakit terdekat.
Warga yang melihat langsung kejadian ini tak bisa berbuat apa-apa. Seorang anggota Polisi Militer datang, namun tidak memberi pertolongan pada Gunawan, melainkan malah minta surat kendaraan milik korban.
Rombongan Club Harley Davidson yang selalu minta diprioritaskan di sepanjang jalan itu lantas menuju daerah Labuan, Banten. Kepala Pusat Komando dan Pengendalian Operasi Polisi Wilayah Bogor Ajun Komisaris Besar Made Rumiarsa menyesalkan perilaku pengendara motor gede tersebut.
Dia yang juga anggota Club Harley Davidson tak habis pikir dengan tindak kekerasan yang dilakukan oleh anggota club. “Ini sangat memalukan. Semua warga berhak menggunakan jalan umum. Bukan hanya mereka saja. Penyebab kecelakaan bisa terjadi pada siapa pun,” ujarnya berang.
Made berharap kepada pengendara motor besar jangan arogan dan sok menang sendiri di jalan raya. Mereka harus memberi contoh berkedaraan yang baik dan sopan kepada masyarakat. Jika perilaku itu dibiarkan, katanya, masyarakat akan memandang sinis kelompok tersebut.
Deffan Purnama-Tempo News Room
Komentar Anda
- convoi HD asal keroyok
sy sebagai simpatisan pemakai motor besar sangat menyesal mendengar berita ini. dengan kekerasan apa lagi asal keroyok...banci...banget mosok sebagai penunggang motor big custom..yg punya item si big mushule..payah tuh orang kurang menjiwai...sebagai bikers..
Pengirim : ghufron kn di bekasi





