Drainase Buruk, Jalan di Bogor Rusak dan Penuh Sampah

Senin, 05 Januari 2004 | 16:25 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor:Genangan air hujan menyebabkan jalan-jalan protokol di Kota Bogor rusak dan dipenuhi sampah akibat buruknya drainase kota. Pihak Pemerintah Kota Bogor berkilah tidak memiliki anggaran pemeliharaan drainase.

Pantauan Tempo News Room, di sejumlah jalan di Kota Bogor ketika hujan turun langsung tergenang air. Genangan paling parah di Jalan Nyi Raja Permas (di depan Stasiun Bogor) yang langsung terendam air minimal setinggi 30 sentimeter jika hujan lebat.

Genangan lain terjadi di Jalan Suryakencana, terutama di perempatan Gang Aut. Meskipun hujan kecil jalan ini langsung terendam banjir. Penyebabnya karena di daerah Sukamulya agak tinggi, sehingga air langsung meluncur ke arah Jalan Suryakencana.

Jalan lain yang juga terendam ketika hujan turun, yakni Jalan Raya Pajajaran, Jalan Ir H Juanda (depan Istana Bogor), Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Merdeka, Jalan Dr Semeru (dekat Pasar Mawar), Jalan Batutulis, Jalan KH Soleh Iskandar, Jalan Pahlawan, Jalan MA Salmun, dan Jalan A Yani (depan Jambu Dua Plaza).

Hampir semua jalanan yang terendam banjir karena tidak berfungsinya drainase dengan baik. Sampah pada saluran air dan gorong-gorong juga tidak pernah dibersihkan dua tahun terakhir ini.

Tidak berfungsinya drainase kota juga menyebabkan tumpukan sampah yang terbawa air berserakan ketika air mulai surut. Keadaan ini menjadikan Kota Bogor dipenuhi dengan sampah. Selain itu aspal di jalanan yang tergenang air sering terkelupas.

Pihak Pemerintah Kota Bogor sendiri mengaku tidak mempunyai anggaran untuk pemeliharaan drainase tahun 2004. “Tahun ini Kota Bogor tidak punya anggaran untuk drainase, yang ada hanya anggaran perbaikan jalan. Kami tidak bisa berbuat banyak kalau ada warga yang mengeluh soal drainase,” jelas Kiky Saritaon, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kota Bogor.

Karena tidak ada anggarannya, ketika jalanan tergenang air, dibiarkan hingga kering kembali. Jika ada kerusakan barulah Dinas melakukan perbaikan jalan. “Kalau masih basah, aspal juga tidak nempel,” jelas Kiki.

Menurut Kiki, pihaknya sudah mengajukan anggaran untuk pemeliharaan dan perbaikan drainase, tetapi karena keterbatasan anggaran akhirnya anggaran drainase tidak dipenuhi. Akibatnya, genangan air selalu terlihat ketika hujan turun.

Tahun lalu, kata Kiki, Pemerintah Kota Bogor menganggarkan dana untuk drainase, meskipun kecil. “Memang jika ingin drainase Kota Bogor bagus diperlukan anggaran yang besar, tetapi saat ini belum tersedia,” ujar Kiki.

Dengan tidak berfungsinya drainase, Dinas PU kebanjiran kritikan dan keluhan. Kiki mengatakan perbaikan jalan secara tambal sulam selalu dilakukan, tetapi karena drainasenya tidak berfungsi dengan baik menyebabkan jalanan sering rusak.

Deffan Purnama - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: