Bakar Diri Lantaran Kesal Lihat Suami Merokok
Jum'at, 09 Januari 2004 | 14:00 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang: Bagi kebanyakan orang, rokok memang mengganggu. Tapi, tidak harus terjadi seperti yang dialami Sumiyati, 25 tahun, warga Kampung Cisereh, Kadujaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, ini kan? Tidak suka suaminya merokok di hadapannya, Sumiyati nekat membakar tubuhnya hingga mengalami luka bakar serius, Kamis (8/1) malam.
Awalnya, Herri, 22 tahun, sedang santai bersama Sumiyati, istrinya yang baru dinikahinya tiga bulan lalu dalam status janda cerai dengan satu anak. Di sela-sela perbincangan, Heri mengeluarkan sebatang rokok dan menyulutnya dengan korek api. Tanpa sungkan, buruh pabrik kabel di Kawasan Curug itu pun menghisap rokok di hadapan istrinya. Seketika, Sumiyati merasa kesal karena keasyikan obrolan mereka terganggu asap rokok Herri. Perbincangan santai kemudian berubah jadi percekcokan. Sumiyati pun menyebut suaminya tidak sayang lagi. Herri diam saja. Tidak disangka, Sumiyati bangkit dari duduknya dan langsung menuju dapur. Diambilnya minyak tanah dan dibawa ke ruang tamu. Dihadapan suaminya, Sumiyati langsung menyirami tubuhnya dengan minyak tanah dan menyulutkan api dari korek api yang juga turut diambilnya dari dapur. Herri pun kaget. Dirinya berusaha mencegah upaya bakar diri Sumiyati dengan menepis korek yang hendak dinyalakan. Tapi Sumiyati semakin nekat, korek yang sudah terlempar direbut kembali dan langsung dinyalakan. Alhasil, api menyala membakar dirinya.
Merasa panik, Herri berteriak minta tolong. Tetangga pun berdatangan, memberi pertolongan memadamkan api di sekujur tubuh Sumiyati. Setelah padam, Sumiyati langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tangerang. Tapi lantaran luka bakar serius mencapai stadium empat, Sumiyati kemudian dilarikan lagi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan perawatan intensif.
Dari keterangan yang dihimpun TNR, aksi membakar diri ini adalah kali keduanya dilakukan Sumiyati. "Sumiyati termasuk kolokan. Mungkin karena dia anak satu-satunya dan berasal dari keluaga yang cukup berada. Setiap permintaannya harus dituruti. Kalau tidak, selalu mengancam akan bakar diri," kata tetangga keluarga Herri-Sumiyati yang tidak mau disebutkan namanya.
Ayu Cipta - Tempo News Room





