Dua Gadis Rusia Diancam Empat Tahun Penjara

Rabu, 11 Februari 2004 | 18:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Dua warga Rusia diancam hukuman empat tahun penjara karena kedapatan sedang mengisap ganja. Irina Makartseva, usia 24 tahun dan Elena Matyugina, 22 tahun ketahuan sedang mengisap ganja di tempat parkir Jakarta Theatre, Jakarta Pusat tanggal 15 September tahun lalu.

Perkara dua perempuan Rusia itu telah mulai sidangkan di PN Jakarta Pusat. Menurut jaksa penuntut umum mereka didakwa dengan pasal 78 ayat satu UU RI No. 22 Tahun 1997 tentang narkotika. "Ancaman hukumannya maksimal empat tahun," kata Hendra Ruhendra di PN Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

Sesuai dakwaan jaksa, keduanya, sekitar pukul 16.30 WIB, ketahuan sedang mengisap ganja. Informasi itu berasal dari petugas keamanan. Berdasarkan informasi tersebut, Satrio Joyo, petugas keamanan Gedung Jakarta Theatre, melakukan pemeriksaan dan ternyata mencium bau asap dan melihat kedua perempuan bule itu sedang mengisap ganja.

Melihat kebenaran atas informasi tersebut, Satrio kemudian melaporkan hasil pemeriksaannya ke rekannya, Hasanuddin. Mereka lalu memergoki keduanya namun kedua orang tersebut berusaha membuang bungkusan ganja yang sedang dinikmati itu. Hasanuddin dan Satrio mendapatkan barang bukti berupa satu bungkusan ganja sebesar 1,8250 gram.

Menurut pengakuan terdakwa daun ganja kering itu didapat dari warga negara Amerika bernama Alex, yang sekarang masih buron di Restoran Pizza Hutts di kawasan Jakarta Theatre.

Perkara dua perempuan itu masih tetap berlanjut. Acara sidang yang seharusnya mendengar tuntutan jaksa batal dilakukan karena penterjemah tidak bisa menghadiri sidang. Elena Matyugina saat didekati wartawan enggan berbicara malah melengos pergi sambil mengisap rokoknya. Terdakwa, sesuai penuturan Hendra, mengaku tidak bersalah karena mengisap ganja sesuai aturan hukum Rusia dibenarkan. Tetapi lanjut Hendra, perbuatan mereka dilakukan di Indonesia bukan di Rusia.

Edy Can - Tempo News Room

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :