Penderita Demam Berdarah di Jakarta Utara Meningkat 300 Persen
Senin, 16 Februari 2004 | 19:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Korban demam berdarah (DB) di Jakarta terus bertambah. Di Jakarta Utara saja, Senin (16/2), dua korban DB dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Koja, Jakarta Utara. Berdasarkan data RS Koja, sejak Januari hingga Februari 2004 telah dirujuk 100 pasien DB. "Hingga hari ini, masih ada tujuh pasien yang dirawat disini," kata Eni, salah seorang karyawan RS Koja. Menurut Eni, hampir tiap hari dalam dua bulan belakangan ini, rumah sakit menerima pasien DB.
Sepertinya upaya pemerintah Jakarta Utara lewat Walikota Jakarta Utara, Effendi Anas yang mencanangkan pemberantasan sarang nyamuk, di awal 2004, tak membawa hasil. Bahkan, korban penyakit DB kali ini meningkat sekitar 300 persen dibandingkan 2003. Berdasarkan data Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Utara, sampai sekarang total penderita mencapai 201 orang, empat diantaranya meninggal dunia.
Januari 2002, jumlah penderita DB mencapai 24 orang, dengan korban meninggal satu orang. Pada 2003, jumlah itu meningkat menjadi 59 orang dengan korban meninggal dua orang. Pada 2004, peningkatan drastis terjadi dengan penderita mencapai 160 orang dan korban meninggal empat orang. "Peningkatan jumlah penderita terkait dengan datangnya musim hujan. Dari tahun ke tahun, diantara enam kecamatan yang ada, daerah yang paling rawan terkena DB adalah Kecamatan Koja dan Tanjung Priok. Karena penduduk di daerah itu padat dan banyak pemukiman kumuh, kata Kepala Humas Walikota Jakarta Utara, Asep Rohyani.
Menurut Asep, sejak terjadinya gejala serangan DB, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara telah melakukan berbagai upaya, diantaranya melakukan gerakan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan di 31 kelurahan selama tiga minggu berturut-turut. Selain itu, fogging (pengasapan) di 17 kelurahan, terutama terhadap daerah-daearah mengalami peningkatan serangan DB, pun telah dilakukan.
Ramidi - Tempo News Room






Komentar Anda :