Tujuh Kecamatan Terendam di Bekasi

Rabu, 18 Februari 2004 | 18:08 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi:Sejumlah sungai di Kabupaten Bekasi meluap, mengakibatkan ribuan rumah di puluhan desa terendam banjir sampai 1 meter, Rabu (18/2).

Wakil Bupati Bekasi Solihin Sari sudah terjun ke lapangan, namun belum banyak bantuan yang dilakukan untuk mengantisipasi jatuhnya korban.

Evakuasi pun belum optimal, sehingga banyak warga yang terpaksa berjuang sendiri untuk menyelamatkan harta benda dan jiwanya.

Sedikitnya terdapat tujuh kecamatan yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya, yakni Kecamatan Babelan, Muaragembong, Tarumajaya, Tambelang, Sukatani, Suka Karya, dan Pebayuran. Hal itu karena lokasinya berada di dataran rendah, berawa-rawa, dan didominasi persawahan.

Meski tidak separah banjir tahun 2002, namun banjir tahun ini masuk kategori mengkhawatirkan. Selain disebabkan oleh hujan yang turun berhari-hari, juga adanya luapan dari sejumlah sungai, dan pasangnya air laut.

Dari Bendung Bekasi dilaporkan, debit air kiriman dari Bogor dan Bekasi bervariasi antara 100-200 meter kubik per detik. Sebanyak 15 meter kubik per detik, dikirim ke Jakarta melalui Saluran Tarum Barat, sedangkan sisanya digelontorkan melalui saluran pembuangan di Sungai Bekasi sampai muara Sungai Canal Bekasi Laut (CBL).

Pada Selasa (17/2) debit air yang digelontorkan ke Sungai Bekasi mencapai 156,152 meter kubik per detik. Meski sempat turun sampai 32,215 meter kubik per detik pada Selasa, namun tetap saja tak menyurutkan banjir. "Karena bersatu dengan air laut yang pasang," kata petugas Bendung Bekasi, Arsito.

Sekretaris Kecamatan Babelan, Wawan, mengemukakan, dari sembilan desa, beberapa desa terendam banjir, yakni Desa Pantai Hurip, Hurip Jaya, Kedung Jaya, Kedung Pengawas, Buni Bakti, Muara Bakti, dan sebagian Babelan Kota. Ketinggian banjir rata-rata antara 40-80 sentimeter. Penyebab utamanya, kata dia, "Sungai Canal Bekasi Laut (CBL) meluap."

Sungai CBL di Babelan merupakan pertemuan antara sejumlah sungai, terutama Sungai Bekasi, pasangnya air laut, dan hujan yang turun berhari-hari. "Pantaslah meluap, karena sebagian besar air sungai yang berasal dari Bogor dan Bekasi dibuangnya ke CBL pada wilayah Babelan," kata Wawan.

Meski banjir sudah memasuki perumahan, namun sampai saat ini belum ada warga yang dilaporkan mengungsi. "Mereka masih bertahan, sambil berharap banjir akan surut," ujarnya.

Dari Kecamatan Suka Karya dilaporkan tiga desa terhantam banjir, yakni Desa Suka Karya, Suka Makmur, dan Setia Laksana. "Banjir tiga hari membuat ketinggian air mencapai 1 meter," kata Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bekasi, Hasan Bisri.

Bisri menyayangkan, meski ribuan warga menderita, sampai saat ini belum ada langkah-langkah yang signifikan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memberikan bantuan.

"Saya akan mendesak eksekutif agar segera menurunkan bantuan," ujar Bisri. Sementara di Kecamatan Pebayuran, terdapat empat desa yang terendam banjir, seperti Desa Karang Segar, Karang Jaya, Karang Patri, dan Karang Harja.

Menurut Staf Kecamatan Pemayuran, Hasanuddin, hujan yang berlangsung sejak Jumat lalu membuat banjir mencapai 60 sentimeter.

Selain ribuan rumah, banjir juga menyapu sekitar 1.800 hektare sawah. Berbeda dengan kecamatan lain, Kecamatan Pebayuran sudah menerima bantuan berupa perahu karet dari Pemerintah Kabupaten Bekasi. "Bantuan baru perahu karet untuk mengevakuasi korban banjir," kata Hasanuddin. Penyebab banjir, "Terutama dari luapan air dari Sungai Ciherang," ujarnya.

Luapan Sungai Ciherang, juga melumat empat desa di Kecamatan Cabang Bungin, seperti Desa Sindang Sari, Jaya Laksana, Lenggah Jaya, dan Pasar Lenggah Jaya. "Baru kali ini banjir disebabkan meluapnya Sungai Ciherang," kata Staf Kecamatan Cabangbungin, Banen.

Di Kecamatan Muaragembong, terdapat sejumlah desa yang kebanjiran, terutama Desa Pantai Harapan Jaya, Pantai Harapan Mekar, dan Jaya Sakti. Di sana kedalaman banjir mencapai 1 meter. "Penyebabnya Sungai Citarum meluap," kata Staf Kecamatan Muaragembong, Surya. Karenanya dia meminta kepada pihak kabupaten agar segera memberikan bantuan. "Memang belum ada korban jiwa, tapi harus segera diantisipasi," ujarnya.

Wakil Bupati Bekasi Solihin Sari dalam pertemuan dengan masyarakat Babelan membenarkan wilayahnya kebanjiran. "Banjir, meski tidak separah tahun lalu," kata Solihin. Dirinya juga sudah terjun ke sejumlah kecamatan, seperti Muaragembong, Tarumajaya, Tambelang, Sukatani, dan Babelan.

Kepala Bagian Tata Usaha Kesbang dan Linmas Kabupaten Bekasi Sudrajat menyatakan pihaknya telah melakukan evakuasi warga. "Evakuasi dilakukan untuk warga Suka Karya dan Cabangbungin," kata Sudrajat.

Lambannya penanganan banjir dari tahun ke tahun dikritik lembaga swadaya masyarakat. "Pemerintah selalu lamban menangani warganya yang menjadi korban banjir," kata Direktur Institut Sosial Bekasi (Isbek) Batong Sulaeman.

Dia juga meminta kepada Bupati Bekasi Saleh Manaf agar mengaudit dana pascabanjir sebesar Rp 10 miliar. "Harus diaudit, karena dibangun dam, tapi banjir makin menjadi-jadi," kata Batong.

Ali Anwar - Tempo News Room






Komentar Anda

  • Rawan Banjir nga?
    Ass.Wr.wb. Saya berminat tuk tinggal di Perum Graha Harapan Regency, Babelan, Kabupaten Bekasi. Apakah Daerah tersebut rawan banjir. Makasih atas masukan infonya, hal demikian penting bagi saya sebelum membeli rumah tersebut. Iwan
    Pengirim : Iwan di Babelan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: