481 Rumah di Kota Tangerang Terendam

Rabu, 18 Februari 2004 | 19:07 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:Banjir kembali melanda Tangerang akibat kiriman air dari Bogor yang meluapkan sejumlah sungai sepekan belakangan ini. Genangan air mulai 10 sentimeter hingga mencapai ketinggian 60 sentimeter sudah memasuki sejumlah pemukiman di tiga kecamatan di Kota Tangerang, yakni Benda, Batu Ceper, dan Karang Tengah. Akibat banjir itu, sedikitnya 481 rumah terendam air.

Mengantisipasi meluasnya banjir di daerah pemukiman penduduk, Pemerintah Kota Tangerang melalui Tim Satgas Penanggulangan Banjir (Satgas PB) telah melakukan upaya, di antaranya melakukan penyuluhan kepada warga untuk lebih berhati-hati terhadap ancaman serangan demam berdarah, karena tidak menutup kemungkinan genangan air di saluran air yang mampat menjadi sarang empuk nyamuk.

Ketua Satgas PB, Sabar Situmorang, menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Puskesmas untuk menyediakan obat-obatan. "Di antaranya obat-obatan tersedia di Puskesmas Pondok Bahar untuk daerah Karang Tengah," kata Sabar, Rabu (18/2).

Pantauan Tempo News Room di sejumlah lokasi menunjukkan genangan air itu sudah masuk ke rumah penduduk, misalnya di Kelurahan Benda, Kampung Rawa Bokor. Di RW 01, meski ketinggian air sudah mulai surut 10 sentimeter, sebanyak 30 rumah terendam air. Warga mengaku cemas jika hujan terus-menerus turun yang mengakibatkan air naik.

Masih di Kecamatan Benda, di Kelurahan Jurumudi Baru, Kampung Rawa Bamban, banjir mencapai 1 meter. Banjir itu disebabkan luapan saluran induk dan saluran pembuang yang tidak berjalan lancar. Dalam laporan Tim Satgas PB, banjir di lokasi itu menggenangi 423 rumah di tiga RT, 06, 07, dan 09.

Untuk itu, sebanyak 2.281 jiwa dari 552 kepala keluarga (KK) meminta bantuan logistik berupa sembako. "Kami juga membutuhkan truk sampah dan air bersih selain bangunan sembako," kata Muhayat, warga setempat.

Praktis sejak banjir datang, kata Muhayat, air bersih sulit diperoleh, apalagi sampah yang ikut meluap bersama melubernya air menimbulkan bau tak sedap dan kerumunan lalat.

Banjir akibat luapan saluran air dan kali juga tidak hanya terjadi di Jurumudi. Di Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batu Ceper, sebanyak 850 KK yang mendiami RW 2 juga merasakan luapan air akibat membludaknya Kali Sipon, Cipondoh.

Di Kecamatan Batu Ceper tercatat ada lima kelurahan yang terkena banjir, termasuk Kebon Besar. Sementara air memasuki permukiman warga hingga mencapai 50 sentimeter di Kelurahan Batu Sari, Batu Jaya, Poris Jaya, dan Poris Gaga Baru.

Sementara itu di Kecamatan Karang Tengah, yang termasuk daerah langganan banjir, kali ini juga
mengalami hal yang sama dengan daerah lainnya. Di Kelurahan Karang Mulya, ada enam RW yang terkena banjir.

Permukiman warga yang terkena banjir, yaitu Komplek Kejaksaan, air setinggi 30-50 sentimeter, di Komplek Unilever, air mencapai 20-30 sentimeter, di Komplek DDN air mulai 20-40 sentimeter, dan di Jalan Wana Mulya air masuk hingga 1 meter.

"Akibat banjir di daerah itu, PJU (penerangan jalan umum) lokasi Jalan Wana Mulya dari 23 titik mati 12 titik," kata Sabar. Lainnya, ada sejumlah warga yang terpaksa mengungsi," ujar Sabar.

Sedangkan di Kelurahan Karang Timur sebanyak 20 rumah terendam setinggi 50 sentimeter di RT 01/01. Genangan air juga merendam enam rumah di RT 02/01. Bahkan di jalan utama Komplek Karang Tengah Permai sepanjang 150 meter ketinggian air mencapai 60 sentimeter, termasuk yang tergenang Jalan H. Mulud sepanjang 200 meter karena meluapnya Kali Gebyuran dan Kali Mancung.

Ayu Cipta - Tempo News Room

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :