Beberapa Daerah di Jakarta Timur Kebanjiran

Kamis, 19 Februari 2004 | 15:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Beberapa daerah di Jakarta Timur kembali tergenang air akibat hujan yang terjadi sejak kemarin sore. Menurut pantauan Tempo News Room, Kamis (19/2) siang jalan Perintis Kemerdekaan di daerah Pedongkelan dekat perempatan coca cola terendam hingga setinggi betis.

Banyak pengemudi sepeda motor yang berbalik arah melawan arus kendaraan yang menuju ke Cempaka Putih. Hal itu juga dilakukan oleh beberapa pengemudi mobil sedan, sehingga memacetkan arus lalu lintas yang ke Cempaka Putih.

Charles, seorang supir mikrolet M53 jurusan Pulo Gadung-Kota harus rela merogoh koceknya untuk membayar anak-anak kecil yang mendorong mobilnya yang mogok akibat kemasukan air. Charles yang mengaku baru menarik siang itu, mengeluh karena kehabisan uang. "Wah uang saya habis, karena baru narik," katanya. Air sempat memasuki kabin mobilnya.

Istowo, warga kampung Pengarengan, Pedongkelan yang ditemui di tepi jalan Perintis Kemerdekaan, mengatakan, rumahnya kebanjiran hingga sampai setinggi paha. "Barang-barang sudah saya naiki," katanya. Menurutnya, banjir disebabkan karena hujan sudah turun sejak kemarin sore.

Ketinggian air di jalan Perintis Kemerdekaan di depan Kepala Gading siang ini berkisar antara lima sampai 10 cm. Sedangkan di Jalan Pulo Mas, depan Kampus ASMI, ketinggian air antara 15 sampai 20 cm. Di jalan Perintis Kemerdekaan, daerah Pedongkelan, banyak pemuda yang meminta uang kepada pengemudi dengan alasan rumah mereka kebanjiran. Mereka menyodorkan kaleng kepada pengemudi sambil berdiri di atas trotoar.

Staf Seksi Pemeliharaan Bangunan Air Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Pemerintah Kota Jakarta Timur, Tomo, mengatakan, banjir kali ini juga disebabkan karena tingginya curah hujan lokal. Beberapa daerah di Jakarta Timur yang terendam air yaitu Pulo Mas, Buluh Perindu Duren Sawit, dan Kampung Melayu. "Yang paling parah yaitu di Buluh Perindu dan Pulo Mas," katanya. Hal itu akibat meluapnya air dari Danau Ria Rio Pulo Mas dan Kali Sunter.

Menurut Tomo, pompa yang digunakan untuk mengalihkan air dari Danau Ria Rio ke Kali Sunter hanya dua buah. Pasalanya satu pompa harus dicadangkan untuk sewaktu-waktu menggantikan kerja pompa lainnya. Selain meluapnya Kali Sunter, kata Tomo, meluapnya Kali Cipinang juga menyebabkan daerah di sekitar Universitas Borobudur terendam banjir. Ketinggian air di Peil Schaal (pengukur ketinggian air) Cipinang naik setinggi 100 cm.

Peil Schaal Depok, kata Tomo, juga menunjukan kenaikan setinggi 210 cm. Menurutnya, air kiriman yang berasal dari Hulu itu akan menambah debit air di kali-kali Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB sampai 16.00 WIB. "Kalau Jakarta masih hujan dipastikan banjir akan bertambah," katanya.

Indra Darmawan - Tempo News Room

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :