Warga Mengungsi di Pinggir Rel
Jum'at, 20 Februari 2004 | 18:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Lebih dari 1.000 warga Kedoya Utara, Jakarta Barat harus mengungsi di tepi rel kereta api stasiun Kota Tangerang, hari ini, Jumat (20/2). Di sepanjang pinggiran rel, tampak delapan tenda ukuran 6 x 12 meter "dihuni" warga dari dua RW Kelurahan Kedoya Utara. Tampak juga dapur umum tidak permanen dibangun warga pengungsi di pinggiran rel tersebut.
Menurut Lurah Kedoya Utara Suyanto, ketinggian air daerah mereka sudah menyusut menjadi 60 centimeter dari 80 centimeter, Kamis (19/2) kemarin. Namun pagi tadi, air kembali meluap, hingga pada ketinggian 80 centimeter.
Saat ini, warga sudah mendapatkan bantuan 50 kilogram beras dan lima dus mie instan dari kelurahan yang ditempatkan di posko dapur umum.
Akibat banjir, kata Suyanto, kegiatan belajar mengajar di SDN 09 dan 10 Kedoya Utara, tersendat. Anak-anak tidak bisa datang karena harus melalui jalan yang tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Ruang kelas sendiri tergenang hingga batas mata kaki orang dewasa.
Selain di SDN itu, kegiatan di Madrasah Kedoya Utara juga terhambat karena kedalaman air mencapai sepinggang orang dewasa. Sementara ini, SDN tersebut malah menjadi tempat pengungsian sekitar 130 kepala keluarga.
Sementara itu, di Kelurahan Semanan, Jakarta Barat, tepatnya di Kampung Duri, 450 kepala keluarga harus dievakuasi sejak kemarin pagi, karena ketinggian air mencapai 185 centimeter.
Menurut Lurah Semanan Endang Sobari, sebenarnya air sudah sempat menyusut, tapi akibat hujan yang terus menerus, air kembali meluap. Saat ini, kata Endang, banyak warga yang menderita gatal-gatal dan sakit pernafasan. "Tapi itu masih bisa kami atasi," kata Endang.
Bantuan berupa obat-obatan sudah diberikan oleh sebuah perusahaan tekstil, Winertek, sejak kemarin. Sedangkan, untuk air bersih, ia menjamin tidak ada masalah karena sudah ada persediaan air dari mobil tangki bantuan walikota.
Sementara itu, menurut Kepala Seksi Penanggulangan Bencana Walikota Jakarta Barat, kondisi siaga dua di DKI ini ditangani oleh pihak walikota masing-masing wilayah. Fasilitas seperti perahu karet pun mulai disebar ke kelurahan-kelurahan yang membutuhkan untuk evakuasi warga. Saat ini, katanya, delapan dari 11 perahu karet sudah ditempatkan di masing-masing kecamatan. Sedianya, kata dia, perahu karet yang dimiliki TNI dan pemadam kebakaran juga akan digunakan bila situasi mendesak, baik untuk pengiriman obatan-obatan maupun evakuasi warga.
Yophiandi - Tempo News Room





