Warga Korban Banjir Jakarta Barat Bertahan di Pengungsian

Minggu, 22 Februari 2004 | 17:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebagian besar warga di Kelurahan Semanan dan Rawa Buaya, Jakarta Barat, masih mengungsi pasca banjir selama 3 hari. Walaupun air sudah meninggalkan rumah mereka, namun karena cuaca yang tidak menentu, sebagian besar warga masih bertahan di tempat pengungsian hingga kondisinya membaik atau sudah bisa dipasikan.

Hingga Minggu (22/2) sore, di kedua wilayah yang mengalami kondisi banjir terparah di Jakarta Barat itu, sekitar 800 warga masih berlindung di tempat pengungsian di masing-masing wilayah. Di Masjid Ar Rohman, Kelurahan Semanan, aktivitas dapur umum dan kesehatan masih terlihat sibuk melayani sekitar 300 warga yang berlindung di sana. Di malam hari jumlah 300 itu berubah menjadi 800 orang setelah warga yang kini masih membersihkan rumahnya kembali ke masjid.

Banjir yang merendam 7 dari 10 RT di RW 01 Kelurahan Semanan yang terendam air sejak 3 hari yang lalu, kini mulai menyusut. Warga 7 RT tersebut tampak sibuk mencuci dan menjemur pakaian serta membersihkan barang-barang yang tergenang air. Di depan rumah mereka masih tampak kasur serta barang-barang elektronik seperti kipas angin serta karpet sedang dijemur.

Menurut Ishak, salah satu pengurus RW 01, kondisi terparah masih di alami RT 02 yang ketinggian airnya mencapai 75 cm. Selain itu, RT 07 dan 10 juga masih dalam kondisi tergenang. Ketiga rukun tetangga di wilayah RT 01 itu berada di perbatasan kelurahan Kampung Duri, dengan perumahan Taman Semanan Indah.

Kampung Duri, tempat banjir terparah di Semanan, mendapat luapan air dari Komplek Taman Semanan Indah. Kondisi ini, kata Ishak, karena tidak ada bendungan dan saluran air yang memadai di komplek yang kondisi tanahnya lebih tinggi dari Kampung Duri tersebut. Sehingga luapan air dari anak Kali Pesanggrahan sedikit saja yang melalui perumahan itu akan mampir ke RT 02 Kampung Duri.

Warga lainnya, Tarmiji, menyatakan kondisi ini terjadi sejak tahun 1992 ketika saluran air di komplek Taman Semanan Indah yang dibangun tidak menemui muaranya di Kali Daan Mogot. Selain itu, bendungan yang membatasi kedua wilayan juga sudah jebol. Saat ini, luapan air tidak bisa ditahan oleh beberapa karung pasir dan batang kayu yang memisahkan kedua wilayah itu.

Sebenarnya kata Tarmiji, pihak developer komplek perumahan pernah berjanji akan membangun bendungan permanen namun hingga kini belum ada realisasinya.

Sementara itu warga RT 01 dan RT 04 di RW 01 di Kelurahan Rawa Buaya, yang mengungsi di gedung Koperasi Bina Usaha Sentra Kali lima, tampak sudah jauh berkurang. Namun, kata Epah, warga tidak sepenuhnya kembali ke rumah masing-aisng. "Masih belum pasti cuacanya, Mas," ujarnya beralasan. Sehingga, kata ibu 3 anak ini, malam hari nanti jumlah warga yang kembali ke tempat pengungsian bisa mencapai angka yang sama pada saat banjir 3 hari lalu, yakni sekitar 800 orang.

Kondisi kesehatan di dua daerah yang terendam banjir tersebut masih belum bisa dipastikan karena menurut warga, efek dari banjir dan cuaca ini baru akan terlihat setelah 3-4 hari mendatang Walau begitu beberapa warga sudah mengeluh menderita muntaber dan flu.

Yophiandi - Tempo News Room

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :