Tim Berusaha Evakuasi Korban Galian di Pongkor
Kamis, 04 Maret 2004 | 17:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Polisi Resort Bogor meminta bantuan laboratorium kriminal Mabes Polri untuk menyelidiki penyebab timbulnya asap yang menyebabkan sedikitnya 13 Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) dan 1 karyawan PT Aneka Tambang Tbk tewas di lubang galian liar blok Cepu blok Cepu, Kampung Ciguha, Desa Bantar Karet, Nanggung, Kabupaten Bogor.
Hingga Kamis (4/3), tim evakuasi terus berusaha mengeluarkan 9 korban lainnya yang masih berada di lubang galian liar kawasan Gunung Pongkor. Lokasi kejadian saat ini dibatasi police line dan masih dijaga ketat polisi.
Kesibukan terlihat di sekitar lokasi kejadian. Tim penolong gabungan dari kepolisian dan Emergency Respon Grup PT Antam masih berusaha mengevakuasi 9 penambang liar yang tewas akibat asap. Namun hingga pukul 14.00 WIB, tim belum berhasil mengevakuasi korban karena kesulitan menjangkau lokasi yang sempit dan masih diselimuti asap. Lokasi kejadian merupakan lubang galian liar hanya berdiameter sekitar 80 sentimeter yang dibuat penggali menembus level 4, lokasi tambang emas resmi milik PT Antam.
Menurut Kepala Kepolisian Resort Bogor, Ajun Komisaris Besar M.Taufik, jumlah korban sementara masih 13 orang. Hal tersebut berdasarkan keterangan saksi yang dimintai keterangan. "Meskipun ada informasi jumlahnya puluhan, tetapi berdasarkan penyelidikan dan keterangan saksi jumlah korban hanya 13 orang, 4 orang sudah ditemukan, 9 lainnya masih dalam pencarian," jelas Kapolres.
Jumlah korban yang diduga tewas sebanyak 13 orang dikuatkan Sabari, koordinator keamanan PT Antam Unit penambangan Emas Gunung Pongkor. Saat ada asap dalam lubang galian itu diperkirakan puluhan orang berebut keluar lubang dan mengakibatkan penggali lainnya terinjak-injak. Akibatnya, 12 orang tewas, sedangkan Aris Purwadi, karyawan bagian penambangan yang sempat menolong, terjebak di lokasi kejadian dan ikut tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Deffan Purnama - Tempo News Room




Komentar Anda :