Sepuluh Milyar Rupiah Perbaiki Tanggul Citarum

Jum'at, 05 Maret 2004 | 12:18 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi: Walau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sudah menyatakan kondisi siaga satu untuk tanggul Sungai Citarum, tapi perbaikan ternyata baru akan dimulai Juni 2004. Proyek perbaikan yang akan menelan biaya Rp 10 milyar, itu akan ditangani Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil).

"Uang sudah di tangan, tinggal menunggu pelaksanaan perbaikan," kata Pimpinan Proyek Pengawasan Wilayah Sungai Citarum, Soekoco, di Bekasi, Jumat (5/3). Rencananya, perbaikan tanggul Sungai Citarum akan meliputi Kabupaten Bekasi: Desa Karang Harja 2, Desa Babakan Rengas, Desa Pacing Leo dan Kabupaten Karawang: Desa Karya Sari, Desa Medang Asem, Desa Tangkil, Desa Teluk Bunder. "Sepanjang tanggul akan dibuat model bronjong batu (kawat diisi bebatuan)," kata Soekoco.

Soekoco menilai, anggaran perbaikan tanggul Rp. 10 milyar dengan menggunakan konstruksi bronjong batu tidaklah terlalu besar. "Kalau tidak percaya, silahkan tanya harga kayu, batu dan bahan material lainnya. Belum lagi upah para tukang," katanya.

Pada 2003, tanggul sepanjang 700 meter yang meliputi Kecamatan Pebayuran: Desa Babakan Rengas (200 meter), Desa Pamahan (200 meter), Desa Teluk Haur (200 meter) dan di Kecamatan Muara Gembong sekitar 75 meter, juga diperbaiki dengan menelan biaya sebesar Rp. 8 milyar. Soekoco juga menilai biaya itu masih terlalu kecil untuk mendapatkan hasil yang baik. Nyatanya, seperti tanggul di Desa Babakan Rengas, msih tetap akan diperbaiki pada 2004 . Mengenai itu, Soekoco memberi alasan, "Soalnya, waktu itu dana masih kurang dan belum seluruhnya. Makanya tahun ini diperbaiki".

Soekoco juga membantah kurang maksimalnya perbaikan yang dilakukan pada 2003. Menurutnya, warga di sekitar tanggul tidak mendukung pemerintah. "Ada tanggul yang digunakan warga untuk usaha perahu eretan, batu bata dan bahkan dibangun rumah. Ketika akan diperbaiki, mereka minta ganti rugi," kata Soekoco.

Perbaikan tanggul Sungai Citarum 2003 dikerjakan PT. Wijaya Karya. Bagaimana tahun ini? Menurut Soekoco, hingga akhir Maret 2004, terus dilakukan proses lelang. Lalu, darimana angka senilai Rp. 10 milyar itu datang? Mengapa tidak dibuka saja proses tender? Mungkin akan masih banyak lagi pertanyaan yang bisa muncul. Walau demikian, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bekasi, Atmajaya tetap menyambut baik pelaksanaan perbaikan tanggul Sungai Citarum. "Sudah jelas kapan realisasinya," kata Atmajaya.

Siswanto - Tempo News Room

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :