Peringatan Setahun Penyerbuan TEMPO

Senin, 08 Maret 2004 | 15:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sejumlah tokoh pers, seniman, keluarga besar TEMPO Inti Media dan para simpatisan memperingati setahun penyerbuan pihak Tomy Winata ke kantor Majalah Berita Mingguan (MBM) TEMPO, di Jalan Proklamasi 72, Senin (8/3). Hadir dalam acara itu, redaktur senior Majalah dan Koran Tempo Goenawan Muhamad, Wakil Pemimpin Redaksi MBM TEMPO Toriq Hadad, Pemimpin Redaksi Sinar Harapan Aristides Katopo, seniman Butet Kartaradjasa dan puluhan aktivis lainnya.

Acara yang berlangsung cukup khidmat, itu diwarnai happening art, orasi, spanduk dan poster, serta pemutaran film dokumentasi peristiwa penyerbuan kantor TEMPO, Sabtu, 8 Maret 2003. "Penyerbuan terhadap TEMPO menunjukkan titik buram dunia pers di Indonesia. Faktanya, hampir setahun pengadilan kasus ini digelar, tapi posisi TEMPO semakin terjepit. Bahkan, wartawannya jadi tersangka dan jajaran pimpinannnya terancam masuk bui," kata Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Ulin Niam Yusron yang didampingi Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Misbachudin Gasma.

Menurut Ulin, kasus TEMPO bukan semata-mata persoalan TEMPO, melainkan persoalan dunia pers di Indonesia. Untuk itu, semua pihak diminta menyadari, saat ini kebebasan pers di Indonesia sedang terancam. "Aksi kekerasan terhadap wartawan dan penguasaan terhadap pers oleh pemilik modal yang anti kebebasan pers, semakin marak. Apalagi UU Pers nomor 40/1999 dalam banyak kasus sengketa pers, disingkirkan," katanya.

AJI Jakarta dan LBH Pers juga mendesak Mahkamah Agung, segera menjadikan UU Pers sebagai UU khusus atau lex spesialis serta aparat penegak hukum agar menggunakan hati nurani dan bertindak adil dalam penyelesaian kasus TEMPO dan kasus-kasus pers lainnya. Masyarakat juga dihimbau agar menempuh mekanisme pers seperti penggunaan hak jawab terhadap tiap kasus sengketa dengan pers. "Kita juga minta wartawan agar lebih profesional lagi dan mengedepankan kode etik dalam tiap karya jurnalistiknya. Kepada sesama kalangan pers, kami minta untuk meningkatkan solidaritasnya," kata Ulin.

Ecep S. Yasa - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim