Warga Korban Kebakaran Masih Mengungsi
Rabu, 17 Maret 2004 | 16:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ratusan warga korban kebakaran di Kampung Baru, kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, masih bertahan di tenda-tenda pengungsian yang didirikan di halaman mesjid Al-Muttaqin di Kampung Barata, Sunter Agung dan di sejumlah posko di atas bantalan rel kereta.
Hingga siang ini, Rabu (17/3) jumlah bantuan dari instansi seperti Palang Merah, Kodim, dan Pemda, maupun dari sejumlah organisasi massa terus mengalir.
Menurut Ketua RT 21/01 Samsudin, bantuan makanan dinilai sudah mencukupi. Yang masih diperlukan warga saat ini adalah bantuan pakaian, karena sebagian besar warga tidak sempat membawa pakaian saat peristiwa kebakaran, kemarin (16/3).
"Yang kami perlukan saat ini justru bantuan material bangunan, ada gak ya yang mau bantu bahan bangunan," ujar Fatimah, salah seorang korban kebakaran.
Untuk mengkoordinir bantuan, pengurus RW setempat mendirikan posko utama untuk menerima dan mendistribusikan bantuan yang datang.
Namun menurut Salim, penasihat RW setempat, disayangkan sejumlah partai yang ikut membuka posko bantuan menolak untuk menyatukan posko-posko mereka. "Mau kita supaya kordinasinya gampang, tapi mereka malah menonjolkan diri masing-masing," ujar Salim. Bahkan beberapa partai seperti PDIP, PKPB, Partai PNBK, mendirikan posko terpisah dari lokasi posko utama di komplek masjid Al-Muttaqin. Partai-partai lain yang juga mendirikan posko adalah PKS, PAN, PPP, Partai Demokrat, dan Partai Golkar. Posko-posko parpol ini dilengkapi dengan atribut partai, mulai dari seragam hingga bendera.
Salim juga menyatakan sempat nyaris dipukul oleh salah seorang kader PDIP saat mencoba berkoordinasi menanyakan jumlah makanan yang bisa mereka sediakan.
Salim melaporkan, hingga saat ini ada sekitar lima posko dapur umum dan 50 karung bantuan paket beras dari sejumlah penyumbang. Selain itu juga ada posko pengobatan yang didirikan sejumlah partai.
Sementara itu, sejumlah warga hari ini terlihat sudah mulai membersihkan puing-puing bekas kebakaran di lokasi bekas rumah mereka. Kebakaran yang terjadi Selasa (16/3) siang sekitar pukul 12.35 WIB, telah menghanguskan 139 rumah hingga rata dengan tanah. Hanya sebagian kecil bangunan tembok yang masih tampak berdiri dindingnya.
Dalam peristiwa tersebut, satu orang korban bernama Nyonya Suci, 72 tahun, tewas terpanggang. Nenek renta yang menderita lumpuh dan buta ini terjebak di tempat tidurnya saat api melahap gubuknya yang ditinggal pergi oleh anggota keluarganya. Mayat korban yang ditemukan warga di kubangan empang di bawah bangunan rumahnya, sempat dibawa ke RSCM, Jakarta. Namun Rabu pagi korban telah dikebumikan pihak keluarganya.
Polsek Tanjung Priok masih menyelidiki sebab-sebab kebakaran yang berawal dari rumah milik Den Bage, yang ditempati pengontrak bernama Rusli.
Ramidi – Tempo News Room




Komentar Anda :