Rp 100 Miliar Untuk Perbaikan Sarana Air Jakarta
Rabu, 17 Maret 2004 | 17:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menganggarkan Rp 100 miliar untuk melakukan perbaikan sarana air di Jakarta dan sekitarnya. Proyek perbaikan dan pengembangan sarana air di tahun 2004 itu akan dikelola oleh Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PIPWSC).
Dengan anggaran itu, PIPSWC yang berada di bawah Direktorat Sumber Daya Air Wilayah Tengah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Depkimpraswil), tahun ini akan mengerjakan beberapa proyek pembangunan sarana pengendalian banjir, pengamanan pantai, pembangunan proyek Banjir Kanal Timur, dan pengelolaan sumber daya air di Jakarta.
Dalam keterangan pers tentang program PIPWSC tahun 2004 di Jakarta, Rabu (17/3), Pemimpin Proyek Induk PIPSWC, Ir Wahyu Hartomo SD, mengatakan untuk program kerja pengendalian banjir dan pengamanan pantai, proyek yang akan dikerjakan adalah pembangunan prasarana pengendalian banjir. “Yaitu, proyek normalisasi dan pengamanan sungai, waduk dan pompa, atau pintu air,” ujarnya. Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini adalah sebesar Rp 15,5 miliar.
Proyek normalisasi ini termasuk pengerukan dan perbaikan yang akan dilakukan di Cengkareng Drain (1 kilometer), Kali Mookervart (1 kilometer), perbaikan tebing kali Ciliwung di Katulampa (0,8 kilometer), pengerukan dan penguatan tebing Banjir Kanal Barat, perlindungan dan penguatan tebing Kali Bekasi (2 kilometer), perbaikan dan pemeliharaan pompa Ancol, dan perbaikan Kali Tanjungan.
Sedangkan untuk pembangunan Banjir Kanal Timur, pembangunan paket 4-8 akan dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp 77,8 miliar, menyusul telah dilaksanakannya paket1-4 pada tahun lalu. Di Jakarta Timur sendiri, proyek ini sudah dikerjakan di beberapa bagian kecil di delapan kelurahan dengan luas areal yang baru dibebaskan adalah 252.182 meter persegi dan telah memakan biaya sebesar Rp 79,9 miliar.
Sementara program pengembangan dan pengelolaan sumber air akan menitikberatkan pada pembangunan jaringan drainase Kebun Raya Bogor dan rehabilitasi waduk/bendung-bendung embung. Sepuluh lokasi yang akan direhabilitasi atau dikeruk adalah Situ Ciriung, Situ Pengasinan, Situ Rawa Sudat, Situ Kelapa Dua (tahap II), Situ Kemang, Situ Rawa Jejer, Situ Gunung Puteri, Situ Citayam dan Cibeureum, Situ Rawakalong dan Cikaret, dan Situ Moyang.
Di samping itu, pemeliharaan situ akan dilakukan di 14 lokasi, yaitu Situ Gede, Situ Babakan, Situ Kebantenan, Situ Cangkring, Situ Cibubur, Situ Cicadas, Situ Pondok Cina, Situ Pedongkelan, Situ Cilodong, Situ Cicuruy, Situ Pladen, Situ Iwul, Situ Cikeas, dan Situ Burung. Total biaya yang dianggarkan untuk pengembangan dan pengelolaan sumber air ini adalah sebesar Rp 8,37 miliar.
Indra Darmawan - Tempo News Room





