Hari Ini Kampanye Terbuka Dimulai
Jum'at, 26 Maret 2004 | 09:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kampanye Pemilu 2004 di Jakarta hari ini memasuki putaran ketiga berupa kampanye terbuka. Partai yang mendapat kesempatan pertama adalah PNI Marhaenisme, yang rencananya menghadirkan juru kampanye yang juga ketua umumnya, Sukmawati Soekarnoputri.
Calon presiden dari partai yang sama, Siswono Yudhohusodo, juga direncanakan hadir dalam kampanye yang dikonsentrasikan di lapangan Gelanggang Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Rencananya, kampanye partai ini akan berlangsung seusai salat Jumat.
Jalanan di Ibu Kota diperkirakan akan dipadati massa pendukung partai. Kemacetan lalu lintas mungkin akan terjadi di beberapa wilayah. "Daerah yang menjadi basis partai merupakan daerah rawan selama masa kampanye," kata juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Prasetyo kemarin.
Prasetyo menyatakan, daerah basis partai tersebut merupakan kawasan rawan bentrok massa dan kemacetan lalu lintas. Dengan kampanye terbuka, kata dia, massa yang turun ke jalan untuk menuju lokasi kampanye tentu akan lebih banyak. "Gesekan antarpartai yang berbeda bisa saja terjadi," ujarnya.
Lokasi kampanye yang rawan bentrokan massa berdasarkan data di Polda Metro Jaya, antara lain, kawasan di sekitar lapangan Gelora Bung Karno dan lapangan eks Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat, lapangan Blok S, Jakarta Selatan, dan lapangan Urip Sumoharjo, Jakarta Timur. Untuk mengantisipasinya, Polda telah menambah kekuatan pasukan pengamanan.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sulistyo menyatakan, pihaknya akan tetap menjaga agar kondisi lalu lintas dapat terkendali. Ia menegaskan, meski kampanye terbuka, tertib lalu lintas dan penegakan hukum akan tetap diberlakukan. Peserta yang menggunakan mobil bak terbuka akan ditilang, begitu juga pengendara sepeda motor tanpa helm. "Selama kampanye terbuka, konvoi atau pawai kan tidak boleh. Tetapi kalau bergerak ke lokasi kampanye, silakan, asal tertib. Aktivitas ini tak boleh sampai mengganggu pengguna jalan lain," katanya.
Secara khusus Komisi Pemilihan Umum mendesak partai politik peserta pemilu tak melakukan pengerahan massa dari luar daerah pemilihan selama masa kampanye terbuka. "Mobilisasi massa lintas daerah pemilihan berpotensi memicu kekerasan," kata anggota KPU Hamid Awaluddin.
Hamid menyatakan hal itu menanggapi rencana Ketua Umum PDIP yang akan mengerahkan massa partainya dari Bogor, Tangerang, dan Bekasi untuk memerahkan Jakarta. Rencana tersebut diucapkan Megawati saat berkampanye di Bekasi, Kamis pekan lalu.
Sementara itu, dari jadwal kampanye terbuka yang diterbitkan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, dan memperhatikan wilayah yang rawan berdasarkan pantauan Polda Metro Jaya, kawasan Senayan diperkirakan akan padat pada 26 Maret karena diisi massa Partai Bulan Bintang. Kemudian pada 29 Maret, saat PAN berkampanye, dan 30 Maret, ketika PDIP dan Partai Keadilan Sejahtera mendapat giliran.
Eni Saeni/Ecep S. Yasa/Purwanto - Tempo News Room
Topik :




Komentar Anda :