Pertamina Gelar Operasi Pasar Minyak Tanah
Jum'at, 26 Maret 2004 | 10:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertamina Unit Pemasaran (UPMS)-III mengadakan operasi pasar minyak tanah di beberapa tempat di Jakarta. Operasi ini dilakukan untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah yang belakangan terjadi, dan dalam upaya untuk menstabilkan harga.
Operasi dilakukan antara lain di Kelurahan Kramat dan Menteng Pulo, Jakarta Pusat, Jumat (26/3). Di setiap tempat operasi Pertamina mematok 5.000 liter minyak tanah. Pertamina menargetkan minyak tanah yang akan dilepas di wilayah UPMS-III setiap harinya mencapai 100 ribu liter. Wilayah UPMS-III meliputi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Masyarakat yang sebagian besar kelas ekonomi menengah ke bawah menyambut dengan antusias operasi pasar itu. Melalui operasi itu, mereka bisa membeli minyak tanah dengan harga yang lebih murah Rp 885 per liter. Biasanya, warga membeli dengan harga Rp 1.200 per liter. Bahkan, pada saat kelangkaan terjadi harga bisa mencapai Rp 1.500 per liter. Padahal, pemerintah telah menetapkan harga eceran minyak tanah untuk rumah tangga sebesar Rp 900 per liter.
Dalam operasi itu Pertamina membatasi volume pembelian minyak tanah oleh masyarakat. Tiap kepala keluarga hanya diperbolehkan membeli maksimal 20 liter. Kebijakan itu dikeluarkan agar pembagian minyak tanah merata kepada semua masyarakat.
Hadir dalam operasi pasar itu Komisaris PT Pertamina (Persero) Syafruddin Temenggung dan Iin Arifin Takhyan yang juga menjabat sebagai Dirjen Migas di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Dari jajaran direksi tampak Direktur Keuangan Pertamina Alfred Rohimone.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room





