Masyarakat Diminta Waspadai Penyakit Tipus
Jum'at, 26 Maret 2004 | 16:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Memasuki musim pancaroba, masyarakat perlu mewaspadai penyakit tipus yang merebak dalam kondisi lingkungan yang sangat buruk. "Paling banyak peralihan dari musim hujan ke musim kemarau," kata Natsir Nugroho, Direktur Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi, Jumat (26/3).
Peningkatan penyakit tipus, menurut Natsir, karena faktor lingkungan yang jelek pada saat tersebut. Biasanya penyakit ini terjadi sepanjang tahun, namun karena perubahan lingkungan menyebabkan terjadinya peningkatan. "Selama lingkungan tidak dijaga maka penyakit ini akan muncul terus," ujarnya.
Penyakit tipus atau yang dikenal dengan demam tifoid ini merupakan infeksi akut usus halus yang disebabkan bakteri Salmonella Typhy. Kuman ini masuk ke tubuh manusia melalui makanan dan air yang tercemar. Salah satu pencegahannya, kata Natsir, adalah dengan menjaga kebersihan. "Mencuci tangan sebelum makan atau mencuci bersih sayur-sayuran yang dimakan," ujarnya.
Di rumah sakit yang dipimpinnya, menurut Natsir, belum ada peningkatan pasien akibat penyakit ini. Sejauh ini baru ada dua perawat yang terkena penyakit ini. Mereka tertular dari pasien yang terkena penyakit tipus sebelumnya. Ia memprediksikan peningkatan penyakit ini akan terjadi pada bulan depan. "Penyakit ini memang masuk lima besar di rumah sakit (saya)," ujarnya.
Sementara Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Koja Etty Sumiyeti mengatakan jumlah pasien di tempatnya juga belum mengalami peningkatan. Saat ini jumlah pasien yang terdaftar 23 orang. "Jumlah pasien ini memang statis," ujarnya.
Menurut juru bicara Dinas Kesehatan DKI Evy Zelfino, jumlah penderita tipus di Jakarta naik-turun dalam tiga bulan terakhir. Pada Januari lalu tipus menyerang sedikitnya 685 orang, pada Februari naik drastis menjadi 1.156 orang, dan pada Maret turun menjadi 884 penderita.
Evy mengatakan penyakit yang muncul akibat buruknya perilaku hidup bersih sebagian warga itu selalu muncul setiap awal tahun. Buktinya, Evy membacakan catatannya, pada Januari 2003 penderita tipus ada 168 orang, bulan Februari meningkat 565 orang, dan meningkat menjadi 747 orang pada Maret.
Upaya pencegahan, kata Evy, sudah dilakukan, antara lain penyuluhan cara hidup bersih ke seluruh lapisan warga. “Termasuk ke pedagang makanan kaki lima yang dagangannya kurang terlindungi dari penyebaran bakteri,” tuturnya.
Penyuluhan dan pembinaan, kata Evy, kurang mengena jika tidak dibarengi keinginan hidup bersih dan sehat warga sendiri. Dia mengimbau warga agar dalam mengkonsumsi makanan yang benar-benar bebas bakteri.
Begitu pula dengan minuman, harus dari sumber air yang bersih dan direbus sampai mendidih. “Tanpa perilaku hidup sehat, bakteri tipus akan mudah hinggap ke tubuh kita,” katanya. “Apalagi di saat pergantian musim sekarang ini.”
Edy Can/Elik Susanto - Tempo News Room
Komentar Anda
- Penanggulangan Tipus
Pak, boleh dibertahu bagaimana cara menanggulangi tipus ? Terima Kasih.
Pengirim : JK Deva CBP di Jogjakarta





