Tanah Abang Akan Menjadi Pusat Bisnis dan Hunian

Jum'at, 26 Maret 2004 | 19:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah DKI Jakarta berencana merombak Pasar Tanah Abang. Nantinya, kawasan ini akan menjadi pusat bisnis dan hunian. Tapi, belum ada sosialisasi rencana ini kepada warga Tanah Abang.

Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Tebyan A'maari mengatakan, konsep bernama Sentra Primer Tanah Abang ini akan memadukan perkantoran, pusat bisnis sekaligus hunian. Pembangunan sentra ini akan memakan lahan seluas 12 hektar, yang memanjang dari Pasar Tanah Abang sampai Stasiun Tanah Abang. Lahan ini milik sekitar 2000 kepala keluarga di kawasan Tanah Abang.

Dia berjanji tidak akan terjadi pembebasan lahan dalam proyek ini. Masalahnya, masyarakat sekitar akan dilibatkan, dengan cara menukar aset dengan kepemilikan saham dalam proyek ini. "Kita akan berdayakan pedagang," janji Tebyan ketika ditemui di Balai Kota, Kamis (25/3). Meskipun demikian, dia mengaku belum menyiapkan rincian tentang masalah saham ini.

Tebyan mengaku belum melakukan sosialisasi rencana ini kepada warga Tanah Abang. Dia berjanji, jika warga Tanah Abang setuju dengan proyek ini, warga Tanah Abang akan mendapat prioritas mendapatkan tempat berdagang di sentra ini. "Kita kasih mereka tempat usaha di lantai satu," kata Tebyan.

Selain perkantoran dan ruang bisnis, Sarana Jaya juga akan membangun rumah susun di kompleks ini. Malahan, menurut Tebyan, rumah susun ini akan dibangun di depan Stasiun Tanah Abang. "Biar warga merasa nyaman," ujar Tebyan. Jalan Mas Mansyur, yang selama ini tidak teratur juga akan ditertibkan.

Rencana ini, kata Tebyan, akan memakan dana sekitar Rp 6 triliun. Menurut Tebyan, Sarana Jaya bersedia menjadi investor dalam rencana ini. Namun, menurut dia, Sarana Jaya juga akan mengundang investor lain. "Pokoknya, duit tidak masalah," kata Tebyan.

Tebyan mengatakan, konsep pengembangan Tanah Abang ini pernah ditawarkan kepada Gubernur Jakarta sebelumnya. "Konsep ini sudah ada sejak tahun 1985," kata Tebyan. Sayangnya, menurut Tebyan, warga Tanah Abang tidak pernah setuju dengan rencana ini. Alasannya, warga sangsi rencana ini menguntungkan mereka.

Menurut Tebyan, Gubernur Sutiyoso setuju dengan rencana ini. Hanya saja, Sutiyoso meminta rencana ini disosialisasikan kepada warga Tanah Abang. "Gubernur bilang, kalau proyek ini berhasil, kamu aku gendong," kata Tebyan. Tebyan berjanji akan berkoordinasi dengan Walikota Jakarta Pusat untuk membicarakan masalah ini. Menurut dia, jika warga setuju, rencana ini sudah bisa berjalan para tahun 2004 ini.

Gubernur Sutiyoso mengaku tidak keberatan dengan rencana ini. Alasannya, Tanah Abang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Namun, dia meminta Sarana Jaya menawarkan rencana ini kepada warga Tanah Abang. "Dan harus dijamin kesejahteraan mereka lebih baik karena rencana ini," kata Sutiyoso.

Sutiyoso juga berharap ganti rugi pembangunan rumah susun yang akan dibangun, setimpal dengan tanah yang dilepaskan warga untuk rencana ini. Dia berharap warga bisa memanfaatkan rumah susun ini untuk berdagang. "Rumah susun ini harus terpadu dengan rencana pengembangan Tanah Abang," ujar Sutiyoso.

Selain itu, Sutiyoso juga meminta Sarana Jaya mencari investor luar. Masalahnya, rencana ini memakan dana besar, sekitar Rp 6 triliun. "Saya suruh mereka jualan ke luar negeri," kata Sutiyoso.

Juru Bicara Pemerintah Jakarta Muhayat mengatakan, Gubernur Sutiyoso setuju rencana ini, karena sesuai dengan tata ruang kota Jakarta, yang akan menjadikan Tanah Abang sebagai sasaran pengembangan transportasi makro, seperti kereta api atau monorel. Hanya saja, menurut Muhayat, Gubernur Sutiyoso meminta Sarana Jaya melakukan sosialisasi rencana ini dengan baik. "Kalau warga setuju, silakan terus. Kalau menolak, ya jangan," kata Muhayat.

Multazam- Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: