Basyir Tidak Ikut Pemilihan Umum
Senin, 05 April 2004 | 10:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Saat ini, Abu Bakar Ba'asyir yang mendekam di dalam rumah tahanan (rutan) Salemba, dipastikan tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum (Pemilu) 2004. Paling tidak, demikian dikatakan Kepala Rutan Salemba, Haviluddin, di Jakarta, kepada TNR dan AFP, Senin (5/4).
"Karena dia tidak punya kartu pemilih dan tidak terdaftar sebagai pemilih di sini. Karena Ba'asyir masuk ke rutan Salemba setelah masa pendaftaran pemilih selesai," kata Haviluddin. Tapi, kata Haviluddin, jika Ba'asyir sudah terdaftar di Solo dan kartu pemilihnya dipindahkan ke Rutan Salemba, dirinya bisa mengikuti pencoblosan. "Saya tidak tahu, apakah Ba'asyir sudah terdaftar di Solo atau belum," kata Haviluddin lagi.
Menurut Haviluddin, sejauh ini tidak ada protes yang disampaikan pihak Ba'asyir kepada pihak rutan. Bahkan, sebelum proses pencoblosan dilakukan, Ba'asyir juga tidak menanyakan soal hak pilihnya kepada pihak rutan.
Di Rutan Salemba terdapat sembilan tempat pemungutan suara (TPS). Tapi sepanjang pengamatan TNR, proses pemungutan suara tampak sepi. Maklum, total narapidana yang terdaftar sebagai pemilih berjumlah 182 orang, 75 diantaranya adalah pemilih tambahan. Pemilih tambahan ini adalah pemilih yang sebelumnya sudah terdaftar di kediamannya, tapi kemudian masuk rutan.
Sementara itu, Haviluddin juga memastikan, Ba'asyir akan dibebaskan pada 30 April mendatang. Mengenai rencana pemeriksaan Ba'asyir, Haviluddin belum bisa memastikan apakah pemeriksaan akan dilakukan di rutan atau Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.
Faisal Assegaf - Tempo News Room
Topik :




Komentar Anda :