Wakil Wali Kota Bogor Dilantik

Rabu, 07 April 2004 | 18:34 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor:Wakil Wali Kota Bogor Moch. Sahid, yang diduga memalsukan ijasah SMA-nya, hari ini (7/4) dilantik Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan. Pasangan Wali Kota Diani Boediarto itu akan menjabat untuk periode 2004-2009. Meski dinobatkan sebagai pejabat penting, proses hukum terhadap dirinya tetap berjalan.

Sedikitnya 1.000 personel keamanan gabungan diterjunkan menjaga prosesi pelantikan. Sebelum dilantik, Moch. Sahid sempat menuai protes dari berbagai kalangan. Pemicunya, ya ijazah yang diduga palsu tadi. Kasusnya tengah ditangani Polisi Wilayah Bogor.

Perjalanan hidup Moch. Sahid, 48 tahun, penuh dengan liku-liku. Pada 1980-an, dia bersama istrinya berjualan nasi soto dorong di dekat Stasiun Bogor. Usahanya lumayan laris. Dia lantas menyewa sebuah toko untuk warung.

Pengagum Presiden RI pertama Soekarno ini juga simpatisan Partai Demokrasi Indonesia pada masa Orde Baru. Dari hasil warung sotonya, dia gunakan untuk kegiatan partai. Di era reformasi, Sahid dipercaya Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Kota Bogor.

Penampilan Sahid saat itu masih sederhana. Ke mana-mana ia memakai sepatu sandal. Pada Pemilu 1999 nasib baik mengubah kehidupan Sahid. Dia masuk parlemen dan terpilih menjadi Ketua DPRD Kota Bogor. Sejak itu penampilan tukang soto itu berubah total.

Kebutuhan ekonomi keluarga otomatis terjamin. Karier politiknya terus melejit, seiring pencalonan wali kota dan wakil wali kota. Dia terpilih. Namun, badai mulai menerpanya. Ijazah SMA-nya yang ditengarai palsu, diusik lawan politiknya. Sahid dilaporkan ke Polres Kota Bogor.

Sahid kini memulai babak baru sebagai orang nomor dua di Kota Bogor. Akankah penjual soto itu mampu bertahan menjadi wakil wali kota hingga 2009? Yang jelas, polisi telah melakukan penyelidikan dengan mengecek ke kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Polisi menemukan bukti bahwa tanda tangan dan nomor seri ijazah milik Moch. Sahid diragukan keasliannya.

Hanya saja, ketika temuan tersebut hendak diperbandingkan dengan ijazah asli Sahid, tidak jelas di mana yang bersangkutan menyimpan surat tanda tamat belajarnya itu.

Proses hukum ini juga mendapat respon beberapa elemen masyarakat termasuk anggota DPRD Kota Bogor. Achmat Ru’yat, Ketua Fraksi Keadilan mengatakan verifikasi terhadap kelengkapan adminstrasi Sahid saat mendaftar menjadi calon wakil wali kota sudah meragukan keabsahan ijazahnya.

“Meskipun sekarang sudah dilantik menjadi Wakil Wali Kota Bogor, tetapi proses hukumnya jangan berhenti begitu saja. Meskipun proses politiknya sudah selesai tetapi pengusutan terhadap dugaan ijasah palsu yang dilakukan Moch. Sahid harus sampai tuntas,” jelas Ru’yat.

Saat penyampaian visi dan misi sebagai pejabat, Sahid bersuara lantang balik bertanya, apakah tidak percaya keaslian ijazahnya? Berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Komite Bersama Penyelamat Kota Bogor sempat meminta pelantikan Sahid dibatalkan.

Deffan Purnama - Tempo News Room

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :