Polisi: Gunawan Tidak Ingat Soal Senpi
Jum'at, 09 April 2004 | 11:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gunawan Santosa, terdakwa pelaku penembakan bos Asaba, saat diperiksa di Markas Polisi Resort Jakarta Pusat selalu mengatakan tidak ingat bila ditanya seputar kepemilikan senjata api.
"Dia masih berusaha selalu menutupi dan menjawab tidak tahu," kata Komisaris Polisi Patoppoi, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Jakarta Pusat, kepada Tempo News Room saat dihubungi melalui telepon Jumat (9/4). Padahal, menurutnya, bila Gunawan ditanya mengenai masalah keluarga dapat mengingat.
Sampai saat ini, kata Patoppoi, belum ada kemajuan berarti dalam penyelidikan Gunawan, meskipun kondisi kesehatan Gunawan menurut keterangan dokter dinyatakan sudah membaik. Patoppoi juga membenarkan bahwa saat ini Gunawan ditahan di LP Cipinang bukan di LP Salemba lagi.
Sementara Alamsyah, pengacara Gunawan, mengungkapkan bahwa setelah menjalani pemeriksaan di Polres Pusat Kamis (8/4), Gunawan diserahkan kembali ke Rutan Salemba dan diterima oleh Kepala Lembaga Pemasyarakat Salemba Havilludin.
"Tapi dengan alasan keamanan dan keselamatan Gunawan, dia ditahan di LP Cipinang," kata Alamsyah. Gunawan diperiksa berkaitan dengan kasus pelariannya saat dibawa dari LP Salemba menuju Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Gunawan yang berstatus tahanan Rutan Salemba ditahan di LP Cipinang sejak Jumat (9/4) pukul 01.00 WIB. Langkah tersebut diambil dengan alasan keamanan dan keselamatan Gunawan sendiri.
Kepala Keamanan LP Cipinang Bambang Sumardiono membenarkan bahwa semalam Gunawan Santoso mulai ditahan di LP Cipinang. "Saya sendiri yang menerimanya," ujar dia melalui telpon. Menurutnya, Gunawan ditempatkan di ruang isolasi Blok 3E LP Cipinang. "Di ruangan ini dia diamat-amati dahulu untuk menentukan sisi security yang harus diberikan."
Pihak LP juga mengantisipasi kemungkinan Gunawan Santoso melarikan diri kembali. "Meski tidak curiga 100 persen, kami tetap waspada," ujar Bambang. Ruang isolasi ini, menurutnya, juga termasuk ruang maximum security.
Muhamad Fasabeni/Putri Alfarini - Tempo News Room





