Bayi Kembar Siam Meninggal di RSCM
Senin, 12 April 2004 | 12:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bayi kembar siam yang berasal dari Desa Kampung Wates, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang, Arda dan Ardi, hari ini (12/4) meninggal dunia. LBH Kesehatan, sebagai kuasa hukum orang tua pasien, menyayangkan kelambanan dan tidak maksimalnya penanganan oleh pihak rumah sakit.
Menurut orang tua kedua bayi kembar tersebut, Sutikno, pasangan kembar yang kecil, Ardi, meninggal tadi malam jam 00.30 WIB, sedangkan Arda jam 09.00 WIB tadi pagi.
Sutikno mengatakan pasangan bayi yang lahir pada hari Jumat (9/4) ini selama masa kehamilan normal saja. "Saya kaget ketika diberitahu bahwa bayi saya kembar siam dempet, awalnya sih senang mendengar dapat bayi kembar," kata Sutikno.
Saat kelahiran bayi kembar siam ini hanya ditangani oleh seorang bidan, Yuli, di Kecamatan Teluk Naga. Kemudian bidan Yuli merujuk ke RSUD Tangerang. RSUD Tangerang pun akhirnya merujuk ke RSCM.
Sekitar jam 18.00 WIB Jumat (9/4) bayi ini langsung dibawa ke RSCM. Di RSCM, bayi ini mendapat peralatan di ruang peritonologi (ruang anak) kemudian baru sekitar jam 22.00 WIB masuk ke ruang ICU anak.
"Sepasang bayi ini belum bisa langsung dioperasi karena kondisi tubuhnya yang belum membaik, kemungkinan masuk angin saat dibawa ke RSCM," kata Soetikno. Pada jam 23.00 WIB tadi malam, dirinya dipanggil dokter karena kondisi salah satu bayinya menurun.
"Dokter berusaha membantu bayi tersebut tapi akhirnya meninggal jam 00.30 WIB," tandas Sutikno yang bekerja sebagai kasir restoran.
Salah satu bayi dari sepasang bayi yang dempet dari leher sampai perut ini dari pengamatan Tempo News Room sudah tampak membiru di bagian kelopak mata dan tangannya.
Kuasa hukum Sutikno dari LBH Kesehatan, Iskandar Sitorus, menyayangkan penanganan pihak rumah sakit yang lamban dan tidak maksimal terhadap kedua pasien kembar tersebut.
Menurutnya, saat masuk rumah sakit Jumat lalu, kedua pasien kembar tersebut tidak langsung ditangani dokter, tetapi hanya paramedis biasa, karena hari libur. "Padahal hari libur tidak berarti dokter libur," ujarnya.
Awalnya, kata Iskandar, pihaknya bermaksud menyurati Direksi RSCM terkait kelambanan tersebut. Namun, hal itu urung dilakukan setelah kedua bayi meninggal. "Sudah tidak ada lagi gunanya," ujarnya.
Muhamad Fasabeni - Tempo News Room




Komentar Anda :