Serikat Pekerja HI Sesalkan Penghentian Operasi

Kamis, 15 April 2004 | 12:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Serikat Pekerja Hotel Indonesia (SPHI) Syahrul Sidik menyesalkan kebijakan penghentian operasi (closing operational) hotel yang dilakukan manajemen mulai hari ini. “Itu upaya dari manajemen untuk mengendurkan semangat kami,” kata Syahrul saat dihubungi Tempo News Room hari ini (15/4).

Kebijakan yang dimaksudkan, tambah Syahrul, adalah pelayanan hanya dilakukan bagi tamu yang membayar tunai. “Saat ini kami tidak lagi melayani para tamu yang berlangganan, hanya melayani yang membayar di tempat,” ujarnya.

Meski demikian Syahrul menegaskan bahwa semangat dari Serikat Pekerja HI tetap baik. “Kami tetap menjaga semangat,” ucapnya.

Syahrul menyesalkan penutupan tersebut, padahal pihak manajemen belum menyelesaikan masalah SDM, yaitu rencana mem-PHK (pemutusan hubungan kerja) pekerja Hotel Indonesia untuk melakukan renovasi Hotel Indonesia. Rencana ini tetap ditolak serikat pekerja.

Sebelumnya Syahrul mengatakan pihak direksi sampai saat ini (26 Maret) belum pernah mengajak berunding pihak serikat pekerja. "Urun rembuk saja belum jelas seefektif mungkin, kok mau melakukan PHK," kata Syahrul. Dia mengaku untuk membicarakan hal ini pihak direksi baru hari ini secara formal mengajak pertemuan.

"Kami paling tidak akan menyampaikan tiga hal, pertama kami akan minta siapa yang akan bertanggung jawab atas perintah closing operational, yang kedua kenapa belum ada pembahasan dengan serikat pekerja, dan ketiga kami akan pertanyakan bagaimana hak-hak kami jika PHK itu akan dilakukan," katanya. Dia mengatakan undangan pertemuan tersebut dilayangkan Direktur SDM Hotel Indonesia, Arif Budiman.

Menurut Humas Hotel Indonesia, Pingkan, yang ditemui hari ini, sejak tanggal 1 hingga 15 April pihak hotel telah menutup reservasi hotel dan hanya menerima pengunjung hotel yang membayar tunai. Sedangkan mulai 15 April sudah dinyatakan tidak menerima tamu lagi. "Kami memang sejak tanggal 15 sudah close operational dan close reservation dan itu diurus oleh kantor pusat di Hotel Wisata," katanya.

Sementara itu, menurut Nurasih, bagian informasi hotel, meskipun telah ditutup, tamu masih tetap berdatangan. Karena itu pihak hotel tidak bisa menolak begitu saja, namun tetap memberi penjelasan pada tamu.

Muhamad Fasabeni - Tempo News Roo






Komentar Anda

Kirim