Ratusan Karyawan HI Demo Menolak PHK
Jum'at, 16 April 2004 | 11:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan karyawan Hotel Indonesia saat ini melakukan demontrasi di halaman depan Hotel Indonesia menuntut penolakan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan meminta penutupan operasi dan reservasi dicabut.
"Kami menuntut penolakan PHK oleh pihak manajemen Hotel Indonesia dan juga menuntut closing operational dan reservation untuk dicabut kembali dan juga menolak nama Hotel Indonesia diganti menjadi Grand Indonesia," kata Syahrul Sidik, Jumat (16/4).
"Demo ini juga untuk menggalang solidaritas dari para pekerja untuk menolak PHK," kata Natsir dari Federasi Serikat Pekerja BUMN. Natsir juga menyinggung bahwa solidaritas sangat diperlukan untuk memenangkan kasus ini.
Menurut Natsir, keputusan direksi untuk mem-PHK karyawan dan karyawati Hotel Indonesia sangat tidak beralasan. "Masa hanya karena akan direnovasi maka harus dilakukan PHK besar-besaran," katanya.
Sementara itu penutupan reservasi dan operasional apabila dilaksanakan sangat merugikan para karyawan karena permasalahan sumber daya manusia (SDM) belum diselesaikan. Sementara pada bulan April merupakan bulan yang ramai pengunjung dengan tingkat hunian mencapai 80-100 persen.
Pada bulan ini partai-partai sibuk menggelar rapat partai dan biasanya menggunakan hotel BUMN. Demo ini, tambah Syahrul, juga untuk menyikapi pertemuan yang diadakan antara manajemen dan pekerja setelah Salat Jumat hari ini.
Permasalahan ini sendiri berawal dari rencana Hotel Indonesia melakukan privatisasi dengan sistem BOT (built, operate, and transfer) selama 30 tahun dengan PT Cipta Karya Bumi dari kelompok PT Jarum. PT Cipta Karya Bumi ini akan melakukan renovasi Hotel Indonesia dan Inna Wisata dengan penyuntikan dana sebesar Rp 1,3 triliun.
Dalam pengembangan nanti bangunan Bali Wing yang menghadap Plaza Indonesia serta Inna Wisata akan diruntuhkan dan dijadikan super mall. Sedangkan bangunan induk Hotel Indonesia yang telah dimasukkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah akan tetap dipertahankan sebagai hotel.
Muhamad Fasabeni - Tempo News Room
Topik :




Komentar Anda :