Pengoperasian TPST Bojong Tertunda Lagi
Minggu, 18 April 2004 | 14:51 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor:Rencana pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Klapanungga, Bogor, tertunda lagi karena pengelolanya, PT Wira Guna Sejahtera, harus menyelesaikan pembangunan pengolahan air lindi menjadi air bersih di bagian belakang bangunan utama.
Hal tersebut dilakukan karena adanya keinginan dari Pemerintah Kabupaten Bogor agar pengolahan sampah ini benar-benar lengkap dari mulai mesin ballapres, mesin incenerator (pembakar sampah), sampai pengolahan air lindi. Diperkirakan pengoperasian TPST Bojong bisa dilakukan sekitar bulan Juni atau Juli.
Sofyan Hadi Wijaya, Direktur utama PT Wira Guna Sejahtera, menjelaskan pihaknya tidak keberatan harus menyelesaikan tempat pengolahan air lindi, karena akan berguna, meskipun rencana semula pembangunan pengolahan air akan dilakukan setelah TPST Bojong beroperasi.
“Keinginan agar kami sekalian membuat pengolahan air lindi memang wajar dan kami lakukan, sedangkan bangunan lain dan mesin ballapres sebenarnya sudah siap,” jelas Sofyan kemarin (17/4), saat dihubungi melalui telepon.
Meskipun terlambat untuk mengoperasikan pabrik sampahnya, tetapi Sofyan mengaku tidak mendapat teguran dari Pemerintah DKI Jakarta, karena selain bangunan yang disiapkan, ada persoalan lain, yakni masih ada warga yang menolak keberadaan TPST Bojong. “Wajarlah kalau ada yang nolak karena mereka belum mengetahui akan seperti apa nantinya TPST Bojong,” kata Sofyan.
Mengenai para pemilah yang akan memilah sampah di TPST Bojong sampai saat ini masih proses pendaftaran. Nantinya para pemilah akan berada dalam naungan koperasi yang diawasi pihak Kecamatan Klapanunggal. Hasil pilahan akan dijual ke para penampung.
Untuk membantu keberadaan pemilah, PT Wira Guna berjanji akan memberikan seragam dan perlengkapan seperti sarung tangan dan masker. Sedangkan pengaturan shift dan conveyor akan dilakukan sepenuhnya oleh koperasi pemilah.
Sofyan berharap warga sekitar TPST Bojong bisa memanfaatkan kesempatan untuk menjadi pemilah dan mengelola koperasi dengan baik dibanding pemilah yang sudah mendaftar berasal dari luar Kecamatan Klapanunggal. Tetapi ia menyerahkan sepenuhnya kepada warga sekitar apakah mau menjadi pemilah atau tidak.
Deffan Purnama - Tempo News Room





