Gudang Pemintalan Benang PT Argo Pantes Terbakar
Jum'at, 23 April 2004 | 19:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Salah satu gudang pemintalan benang terbesar se-Asia Tenggara, PT Argo Pantes di kawasan industri elit, MM 2100, Cibitung, Cikarang Barat, ludes dilalap si jago merah. Dugaan sementara, kebakaran itu diakibatkan korsleting listrik.
Kerugiannya ditaksir mencapai lebih dari Rp 50 milyar. Informasi yang dihimpun Tempo News Room menyebutkan api yang membakar salah satu gudang kode Alfa I yang berukuran 200 x 50 meter itu bermula pada Kamis (22/4) sekitar pukul 22.20 WIB. Namun, hingga berita ini, para petugas pemadam kebakaran masih berupaya keras untuk menjinakkan api.
Amukan api itu tak hanya menghanguskan gudang raksasa dan isinya berupa serat-serat kapas yang sudah menjadi benang siap ekspor kapasitanya mencapai 9000 bal. Namun, amukan api pun membakar sebuah poliklinik dan kantor perusahaan yang terletak di sisi gudang pemintalan kapas itu.
Menurut keterangan Direktur Operasional perusahan, Felix F Panduwibrata, akibat peristiwa kebakaran itu, perusahaan memutuskan akan menghentikan kegiatan produksi pemintalan kapas sampai empat hari kedepan. "Tetapi, karyawan sebagian besar tetap akan masuk," kata Felix.
Felix sendiri mengaku baru mengetahui terjadinya peristiwa kebakaran itu setelah dihubungi petugas keamanan."Saya tahunya setelah diberitau penjaga," kata Felix yang hanya memberikan keterangan singkat. Pihaknya juga akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, sebab, perusahaan ini adalah salah satu penyangga industri nasional.
Dikatakan juga, bahan baku kapas yang sudah ludes terbakar itu merupakan kapas istimewa. Sebab, kapas itu sendiri khusus didatangkan oleh perusahaan dari Amerika Serikat, Australia, dan Syria. Dengan peristiwa itu, praktis kegiatan pemintalan terhenti total.
Sedangkan menurut keterangan pegawai bagian hubungan masyarakat perusahaan, Ani, selama perusahaan itu beroperasi sejak 1991, baru kali ini saja terjadi peristiwa kebakaran. Pihaknya juga mengaku terkejut dengan peristiwa itu, sebab, keamanan perusahan sudah berstandar internasional.
Dikatakan juga, bahan baku itu sendiri rencananya akan dibuat menjadi benang. Setelah itu, akan diekpsor ke Eropa. Bahan baku kapas itu sendiri sebagian juga didatangkan dari sejumlah daerah di Indonesia. Eni mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih banyak kepada wartawan. Sebab, sampai saat ini seluruh pejabat masih dalam keadaan kalut. "Maaf, nanti saja, anda menghubungi kami," kata dia lalu menutup sambungan telepon.
Berdasarkan pemantauan di lokasi, sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan sisa-sisa api yang masih menyebar di timbunan bahan baku benang itu. Nyala api masih sulit dipadamkan karena bahan yang terbakar itu merupakan bahan mudah terbakar. Selain, bahan bahan baku benang, gudangnya juga nyaris roboh, sebab, besi baja mulai melengkung karena panasnya api.
Puluhan karyawan masih berusaha keras untuk mengevakuasi barang berupa perangkat keras dari kantor di dekat gudang itu. Ratusan karyawan juga terlihat berada di luar gudang untuk melihat gudang yang masih mengepulkan api.
Kepala Kepolisian Sektor Cibitung, Ajun Komisaris Polisi Hotman Sirait yang ditemui dilokasi mengungkapkan, sampai saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran. Pihaknya juga meminta bantuan dari Unit Pusat Laboratorium dan Forensik Mabes Polri untuk meneliti penyebab kebakaran. "Perusahaan ini kan ada asuransinya, jadi didatangkan Puslabfor, dan bantuan dari Mapolres Metro Bekasi," kata Hotman.
Siswanto – Tempo News Room





