Puluhan Warga Papua Berunjuk Rasa

Selasa, 27 April 2004 | 13:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lebih dari 50 orang masyarakat Papua yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Sipil untuk HAM di Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor perwakilan PBB, Selasa (27/4).

Mereka menuntut pengadilan bagi para pelanggar HAM, menyeret aparat yang terlibat ke pengadilan internasional, dan menuntut kesempatan yang seluas-luasnya bagi kebebasan ekspresi politik yang demokratis. Mereka juga menuntut pencabutan pembatasan kebebasan berorganisasi bagi masyarakat Papua.

Para pengunjuk rasa juga menuntut keterlibatan masyarakat internasional dalam setiap kasus pelanggaran HAM di Papua dan Indonesia, serta membuka dialog seluas-luasnya antara pemerintah dan masyarakat Papua untuk mengetahui aspirasi masyarakat Papua di bidang politik, sosial, ekonomi, dan budaya dalam membangun bangsa Papua yang demokratis.

Para pengunjuk rasa juga menuntut penarikan mundur seluruh tentara organik dan nonorganik untuk menjamin terciptanya Papua sebagai zona damai. "Meminta PBB untuk meninjau kembali Pepera sebagai bentuk nyata penghormatan terhadap hak-hak dasar rakyat Papua," tegas pernyataan sikap mereka. Mereka juga menolak calon presiden berlatar belakang militer.

Para pengunjuk rasa juga membawa dua buah spanduk berukuran besar yang bertuliskan "Negara bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di Papua dan selesaikan kasus Abepura secara tuntas dan adil". Sebagian di antara mereka yang menggunakan pakaian adat melakukan tarian waita (perdamaian). Dengan berbaris rapi dan teratur mereka sempat menyanyikan lagu berjudul 'Tanahku Papua'.

Rombongan pengunjuk rasa telah melakukan aksinya sejak pukul 12.00 WIB hingga saat ini. Aksi ini menutup jalur lambat di Jalam MH Thamrin. Bahkan bus Transjakarta sempat keluar dari jalurnya. Pihak PBB sempat meminta lima orang perwakilan pengunjuk rasa untuk menghadap, namun mereka menolaknya.

Faisal - Tempo News Room

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :