Jumat ini, Karyawan HI ke DPR

Jum'at, 30 April 2004 | 11:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekertaris Jenderal Serikat Pekerja Hotel Indonesia (SPHI) Soeryanto mengatakan walaupun Jum’at (30/4) akan dilakukan close operational Hotel Indonesia, karyawan Hotel Indonesia (HI) tetap akan berangkat ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Karena dasar close operational tidak kuat, alasannya PHK dan juga perjanjian BOT (Built, Operate and Tranfers) belum ditandatangani,” tandas Soeryanto saat dihubungi Tempo News Room, Jumat (30/4).

Menurut Soeryanto untuk mencapai kesepakatan dengan pihak manajemen SPHI kembali akan bertemu dengan anggota DPR dan Direktur Utama Hotel Indonesia AM.Suseto.

SPHI menuntut penolakan PHK yang dilakukan direksi PT Hotel Indonesia Natour (PT HIN). Kali ini mereka datang ke DPR dan diterima anggota DPR dari Fraksi PDIP Rekso Ageng Herman. "95 % Direktur Utama Suseto akan hadir dalam pertemuan kali ini," kata Soeryanto.

Sebelumnya pihak direksi PT Hotel Indonesia Natour menyatakan tetap melakukan PHK terhadap sekitar 1300 karyawannya baik di Hotel Indonesia dan Hotel Inna Wisata. "Kami tetap pada posisi tersebut setelah sekitar 9 kali pertemuan dilakukan dengan Serikat Pekerja," kata AM Suseto, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN) di Hotel Arya Duta beberapa waktu lalu .

Keputusan ini menurutnya harus dilakukan karena telah dilakukan BOT (Built, Operate and Tranfers) dengan PT Cipta Karya Bumi Indah (CKBI) selama 30 tahun. "Karena ada pergantian manajemen maka terpaksa kami lakukan PHK," tandas Suseto.

Pihak PT HIN sendiri, tambahnya telah melakukan berbagai upaya agar para bekas karyawannya dapat diterima kembali bekerja. Dan hal tersebut dikabulkan dengan persyaratan mengikuti seleksi yang diadakan PT CKBI.

Menurut Suseto jika Hotel Indonesia tidak segera dilakukan renovasi dan mencari investor maka akan sulit bagi Hotel Indonesia untuk bersaing. "Pada tahun 2005 nanti dikhawatirkan Hotel Indonesia akan tutup dan tidak lagi dapat melakukan penggajian karyawan," tandas Suseto.

Menurutnya, tindakan ini terpaksa dilakukan karena kedua Hotel ini sudah tidak dapat memberikan laba optimal lagi. Dari investor baru ini pihak PT HIN akan memperoleh 5 kali dari pendapatan yang diperoleh saat ini.

Muhamad Fasabeni – Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: