Lift Macet, Puluhan Orang Terjebak di Puncak Monas
Minggu, 02 Mei 2004 | 17:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Niat untuk melepas penat di hari libur berubah menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan bagi puluhan orang pengunjung Monumen Nasional. Pasalnya, sejak pukul 14.45 wib hingga saat ini, 80 turis domestik yang sedang berkunjung ke Monumen kebanggaan Nasional itu terjebak dan tidak bisa turun dari puncak Monas, karena lift yang macet.
Sampai berita ini diturunkan, sekitar belasan orang telah berhasil diselamatkan melalui tangga darurat. Namun, mereka yang telah berhasil diselamatkan, wajahnya terlihat pucat pasi, kekurangan oksigen, dan berkeringat. Begitu sampai di pelataran Monas, mereka langsung merebahkan diri di saat petugas memberikan minuman.
Menurut salah seorang pengawas umum, Ahmad Yopi, para pengunjung itu terjebak karena lift yang menghubungkan pelataran dan puncak Monas macet. "Ini karena human error. Mereka berdesak-desakkan, saling dorong, lalu lift tidak bisa menutup," ujar Yopi. Akibatnya, puluhan orang yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak itu, terjebak di sekeliling bongkahan emas di puncak Monas.
Lamanya penanganan oleh petugas menurut Yopi, dikarenakan oleh tangga darurat menuju puncak yang sempit dan licin. "Rencananya kita perbaiki dulu liftnmya, baru mereka diturunkan," tambahnya. Tapi ternyata, petugas tak juga berhasil memperbaiki lift. Karena itu, para korban terpaksa harus melewati tangga darurat.
"Asal jangan ribut, mereka bisa melalui tangga yang lebarnya berukuran setengah meter itu," katanya. Menurut Ahmad, kejadian seperti ini dalam 2004 sudah terjadi dua kali. Kejadian sebelumnya, lift macet karena kerusakan arus listrik akibat gardu yang meledak.
Salah satu pengunjung yang terjebak, Amir, 40 merasa sangat dirugikan dengan kejadian ini. Bahkan ia meminta supaya Dinas Pariwisata bertanggung jawab dan memberi perhatian kepada para korban. Selama kurun waktu dua jam terjebak di puncak Monas, dia mengaku panik. Demikian juga dengan korban lainnya. Suasana di puncak Monas sangat mencekam.
Mawar Kusuma - Tempo News Room




Komentar Anda :