IPB Selidiki Kematian Ikan di Ancol
Kamis, 13 Mei 2004 | 17:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan (PKSDL) Institut Pertanian Bogor sedang melakukan penelitian histologi untuk memastikan sebab-sebab matinya ikan di perairan Teluk Jakarta akhir-akhir ini.
Menurut Direktur PKSDL, Prof. Dr. Tridoyo Kusumas Tanto, sebelumnya pihaknya bersama Badan Pengkajian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) telah melakukan penelitian parameter kualitas air, terkait matinya ribuan ikan secara mendadak di Pantai Jakarta pekan lalu.
Dari penelitian tersebut ditemukan sejumlah kandungan zat pada air laut telah melampaui ambang batas, antara lain kandungan sat amoniak, fenol dan merkuri. Namun, menurut dia, penelitian ini belum bisa menjawab penyebab kematian ribuan ikan-ikan tersebut. Oleh karena itu saat ini dilakukan penelitian lanjutan, dengan penelitian histologi dengan memeriksa ikan dan hewan yang ada di sekitar kawasan tersebut, terutama bangkai ikan yang mati.
Selain mengambil ikan sebagai sampel, hari ini pihaknya juga mengambil sampel hewan-hewan yang hidup di dasar laut seperti kerang, udang dan plankton. Menurut Tridoyo, penelitian ini akan memakan waktu tiga hingga empat hari. PKSDL akan secepatnya menyelesaikan penelitian ini, sebab terkait dengan adanya larangan makan ikan.
Menurut Tridoyo, jika tidak segera dipastikan penyebab kematian ikan, maka akan terus-terusan terjadi distorsi pemberitaan yang akan berdampak pada kehidupan sosial ekonomi nelayan. "Para nelayan akan sulit memasarkan produksinya, karena orang takut makan ikan," ujarnya, saat dihubungi Tempo News Room, Kamis (13/5).
Tridoyo menambahkan, belum tentu ikan yang diambil itu berasal dari sekitar Teluk Jakarta. Sebagian besar mereka malah mengambil ikan-ikan itu di sekitar Pulau Pabelokan yang cukup jauh dari areal pencemaran.
Tridoyo mengungkapkan, jangkauan wilayah yang terkena pencemaran ini mencapai 5 kilometer dari garis pantai, terutama di pantai sekitar Tanjung Priok hingga Ancol. Sejauh ini, katanya, penyebab matinya ikan-ikan tersebut secara mendadak belum diketahui pasti. Namun diduga disebabkan oleh dua hal, yakni pitoplankton dinofice yang menyebabkan toxic atau karena limbah pabrik.
Melihat dari matinya yang mendadak, menurut dia, tidak mungkin disebabkan oleh faktor air raksa atau merkuri. "Kalau disebabkan oleh zat-zat ini tentu matinya tidak menadadak," katanya.
Ramidi - Tempo News Room
Topik :




Komentar Anda :