Bayi Satu Tahun Idap HIV
Kamis, 13 Mei 2004 | 21:01 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:Dinas Kota Tangerang menemukan seorang balita berusia satu tahun positif mengidap HIV. Anak yang identitasnya dirahasiakan itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Nuriman Machyudin, tertular ibunya, seorang ibu rumah tangga.
"Kita menemukan seorang balita yang terkena HIV, tapi ada etika soal identitas dan tempat tinggal tidak bisa kita sebutkan," ujar Nuriman ditemui di Gedung Pusat Pemerintahan Kamis (13/5). Nuriman menyebutkan, berdasarkan data di dinasnya, jumlah penderita HIV/AIDS terhitung Januari hingga April 2004 mencapai 12 orang.
Menurut dia, ke-12 kasus HIV/AIDS selama 2004 itu terjadi akibat beberapa faktor. Terhitung 70 persen penderita HIV/AIDS itu diakibatkan penggunaan jarum suntik narkoba. Selain itu, 20 persen dialami oleh waria penjaja seks dan 10 persennya diidap wanita tuna susila (WTS).
Untuk menekan bertambahnya penderita, maka Dinkes sudah melakukan penyuluhan dan pembinaan. Menurut Nuriman cara efektif untuk memotong laju pertumbuhan HIV/AIDS itu adalah menyadarkan masyarakat yang rentan penyakit itu dari sisi moral dan perilaku. Pihaknya saat ini juga telah menyediakan 25 tenaga yang bisa membantu masyarakat untuk berkonsultasi seputar HIV/AIDS.
Dari jumlah 25 konselor itu, 15 orang di antaranya ditempatkan di Puskesmas, lima orang di rumah sakit dan lima orang di lima lembaga pemasyarakatan. Guna mendeteksi jumlah penderita HIV/AIDS, Dinkes juga telah berupaya dengan memeriksa darah kalangan yang tergolong berisiko setiap bulan Oktober.
Lokasi sasaran pemeriksaan darah itu diambil dari tempat hiburan, lembaga pemasyarakat dan rumah sakit. Februari 2004 lalu, Dinkes memeriksa WTS yang berhasil dijaring Dinas Tramtib. Hasilnya, dari 87 WTS yang diperiksa darahnya ada empat orang yang positif mengidap HIV. Tiga di antaranya waria dan seorang lainnya WTS.
Lebih lanjut Nuriman mengemukakan bahwa jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Tangerang dari tahun 2000 hingga 2004 sudah mencapai 180 kasus. Menurutnya, kasus jumlah penderita HIV/AIDS yang tercatat itu hanyalah fenomena gunung es. Ia mengungkapkan, jumlah penderita HIV/AIDS yang sebenarnya bisa mencapai 10 kali dari kasus yang tercatat.
Menanggapi adanya balita yang terkena HIV/AIDS, Wali Kota Tangerang, Wahidin Halim, meminta agar dinas terkait untuk berupaya lebih optimal untuk menekan jumlah penderita HIV/AIDS di wilayahnya.
Pihaknya meminta agar pemeriksaan darah terhadap pengunjung tempat hiburan harus terus dilakukan. "Harus ada sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat secara lebih optimal tentang bahaya HIV/AIDS," tegasnya.
Menurut dia, hingga kini Pemkot Tangerang belum bisa menangani dan menyantuni para korban HIV/AIDS. Persoalan itu, sambung dia, masih menjadi urusan pemerintah pusat. "Saat ini saja, kita menangani masalah demam berdarah dan muntaber juga masih menjadi pekerjaan berat Pemkot," tuturnya.
Ayu Cipta - Tempo News Room





