Lokasi Judi Sukasari Beroperasi lagi
Sabtu, 15 Mei 2004 | 17:58 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor:Lokasi perjudian di Jalan Siliwangi 23 Blok C-D yang digerebek Markas Besar Polri akhir April lalu ternyata sudah beroperasi lagi. Para penjudi sudah mulai berdatangan ke lokasi tersebut.
Selain lokasi yang pernah di gerebek, dua lokasi perjudian di daerah Sukasari tidak jauh dari lokasi pertama, masih beroperasi.
Berdasarkan pantauan Tempo News Room, Jumat (14/5), lokasi milik Karna yang pernah digerebek oleh Mabes Polri itu berada di dua ruko yang tertutup bagian depannya. Para pemain yang sudah biasa datang untuk mengadu nasib biasa parkir di bagian depan, tetapi pintu masuk sebenarnya dari bagian belakang.
Lokasi kedua hanya sekitar 200 meter dari tempat judi milik Karna, satu lokasi lainnya berada di seberang jalan dari tempat judi yang digerebek.
Menurut Andi, 55 tahun, tukang parkir yang bertugas di kompleks ruko itu, sebenarnya dua hari setelah kejadian penggerebekan sudah ada para penjudi yang datang ke lokasi itu, tetapi tidak seramai sebelum digerebek.
”Saya kenal mobil para pemain yang sering datang ke sini, ada yang nanya kok sepi, ada juga yang langsung ke belakang,” jelas Andi.
Menurut beberapa sumber yang pernah main ke lokasi perjudian tersebut, ada puluhan mesin ketangkasan yang disediakan untuk para pemain. Tempat ini banyak dipilih pemain karena sering memperoleh keuntungan dibanding lokasi lain. “Saya pernah dapat untung Rp 30 juta semalam di lokasi itu. Saya pilih di sana karena sering menang dibanding tempat lain di Bogor,” kata sumber tersebut.
Lokasi perjudian di kompleks ruko ini pernah digerebek oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2000 lalu. Sejumlah peralatan dan karyawan lokasi judi saat itu diserahkan ke Markas Polresta Bogor.
Peralatan judi yang diserahkan berupa lingkaran rejeki, koin plastik pengganti uang senilai Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, dan Rp 500 ribu. Sebelum main koin ini ditukar para pemain di kasir, jika mereka menang bisa menukar dengan uang lagi.
Dua karyawan yang diserahkan oleh mahasiswa waktu itu, ternyata hanya menginap semalam. Esok harinya sudah kembali ke rumahnya. Selain dipakai judi ketangkasan, lokasi ini juga dipakai tempat pengelolaan judi togel. Sejumlah buku kupon togel yang juga dibawa mahasiswa untuk barang bukti hanya menjadi tumpukan kertas karena dua tahun kemudian lokasi ini dijadikan lagi tempat judi mesin ketangkasan sejak tahun 2002.
Saat dikonfirmasikan tentang keberadaan judi di Kota Bogor, Jumat (14/5), Kepala Polresta Bogor, Ajun Komisaris Besar Bambang Sugeng tidak ada di kantornya, karena menghadiri acara pisah sambut Kepala Polisi Daerah Jawa Barat di Bandung.
Tempo News Room





