Sidang Mahasiswa Mpu Tantular Diwarnai Aksi Unjuk Rasa
Senin, 17 Mei 2004 | 17:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sidang mahasiswa Universitas Mpu Tantular Jakarta Timur, Marsahala Napitupulu, diwarnai aksi unjuk rasa dari puluhan mahasiswa, Senin (17/5). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam jaringan kota itu menggelar poster atau spanduk, meneriakan yel-yel serta menyanyikan lagu perjuangan mahasiswa sebelum dan selesai sidang.
Dalam aksi unjuk rasa yang mereka lakukan, mereka menuntut Marsahala alias Vense untuk dibebaskan dan menolak pengadilan atas dirinya. Namun, mereka juga menyatakan tuntutan lainnya, yaitu menangkap dan mengadili Akbar Tandjung, Wiranto, Soeharto, dan para penjahat orde baru lainnya. Mereka juga meminta agar peristiwa bentrokan antara mahasiswa dengan peserta pawai Partai Golkar yang terjadi pada 31 Maret lalu diusut.
Dalam peristiwa bentrokan itu, mahasiswa Mpu Tantular melakukan penghadangan serta melakukan pelemparan batu terhadap peserta pawai kampanye Partai Golkar yang sedang melintas dikampus mereka. Aksi pelemparan itu membuat dua orang peserta kampanye terluka, sehingga mengakibatkan kemarahan para peserta kampanye lain. Peserta pawai yang kebanyakna adalah warga sekitar kampus sempat mengepung mahasiswa, sampai akhirnya peristiwa dapat mereda setelah polisi menangkap salah seorang pimpinan mahasiswa yaitu Vense.
Vense sendiri adalah mahasiswa fakultas Teknik Mpu Tantular yang dikenal sebagai ketua senat mahasiswa. Vense terancam hukuman maksimal satu tahun penjara. "Ia kami jerat pasal 335 (perbuatan tidak menyenangkan)," ujar Sutrimo, Jaksa Penuntut Umum di luar persidangan.
Pengacara Vense, Saor Siagian, mengatakan bahwa dakwaan atas kliennya adalah semata-mata supaya membungkam aksi mahasiswa yang sebenarnya dijamin oleh undang-undang. "Saya kira kami sangat keberatan atas dakwaan dari jaksa," katanya.
Rencananya, pada sidang pekan mendatang Siagian akan membacakan eksepsi (keberatan) kliennya. Diperkirakan sidang mendatang juga akan dihadiri oleh massa mahasiswa yang tergabung dalam Forum Kota, Front Nasional, Amanad UBK, dan lain-lainnya. Usai aksi, mahasiswa pulang menggunakan tiga metromini dilengkapi bendera-bendera kesatuan aksi mereka.
Indra Darmawan - Tempo News Room
Topik :




Komentar Anda :