Belum Pasti Penyebab Ikan Mati

Selasa, 18 Mei 2004 | 11:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kematian puluhan ribu ikan di Teluk Jakarta pada Sabtu dan Minggu (8-9/5) lalu bukan disebabkan oleh logam berat dan limbah minyak. Karena tidak dijumpai indikasi adanya bekas pencemaran minyak mentah pada biota yang mati maupun di perairan. Selain itu logam berat juga tidak menyebabkan kematian yang mendadak seperti yang terjadi Pantai Ancol dan Dadap.

Selain itu logam berat juga tidak menyebabkan kematian yang mendadak seperti yang terjadi Pantai Ancol dan Dadap. Hal ini dinyatakan oleh Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL-IPB) dalam press release yang diterima //Tempo News Room// hari ini, Selasa (18/5).

Kematian ribuan ikan ini juga tidak disebabkan adanya indikasi blooming fitoplankton yang berlebihan. Berdasarkan pengambilan contoh plankton yang dilakukan PKSPL-IPB pada tanggal 13 Mei 2004 di Pantai Ancol dan Dadap, komunitas fitoplankton didominasi oleh jenis skeletonema costatum. Fitoplankton dari kelompok diatom ini bukan termasuk jenis beracun. Sedangkan, berdasarkan untuk fitoplankton beracun hanya dalam kepadatan yang sangat rendah.

Selain itu, kemungkinan penyebab matinya ikan karena logam berat dan limbah minyak sangat kecil. Karena tidak dijumpai indikasi adanya bekas pencemaran minyak mentah pada biota yang mati maupun di perairan. Hal ini biasanya ditandai adanya lapisan minyak yang menempel di tubuh biota air sehingga menutup insang atau alat pernapasan lainnya.

Kemungkinan lainnya adalah proses kematian biota air yang diakibatkan oleh pencemaran logam berat B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Kematian ribuan ikan secara mendadak mungkin terjadi bila dalam waktu yang bersamaan terjadi pembuangan logam berat dalam jumlah yang sangat besar.

Berdasarkan pengamatan, kematian bisa diakibatkan Amoniak (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S). Dalam kondisi perairan yang normal, gas-gas ini terperangkap di dasar laut terutama pada sediment Lumpur massif seperti di Teluk Jakarta. Ketika konsentrasi gas tersebut meningkat, akan menimbulkan tekanan dan menyebabkan gas yang sangat beracun bagi biota laut ini terlepas ke kolom air dan bisa menyebabkan kematian secara akut.

Oleh karena itu, PKSPL-IPB menghimbau pihak-pihak terkait untuk mengusut tuntas kasus ini dengan melakukan penelitian secara komprehensif, melibatkan semua komponen serta tidak merugikan nelayan. Mengusut tuntas dugaan adanya pembuangan limbah beracun B3 dari berbagai industri ke teluk Jakarta.

Mereka juga menuntut pihak yang terkait untuk melakukan klarifikasi dan memberikan informasi secara jelas kepada masyarakat perihal kondisi sumberdaya ikan dari teluk Jakarta yang layak dikonsumsi. Memprioritaskan perhatian dan bantuan kepada nelayan serta tidak memperparah kehidupan nelayan yang saat ini terancam kehilangan mata pencaharian.

Seperti diketahui, kematian puluhan ribu ikan di Pantai Ancol pada Sabtu (8/5) masih misterius dan menyebabkan masyarakat menjadi resah dalam mengkonsumsi ikan. Karena sampai saat ini belum ada keterangan pasti apa penyebab kematian ribuan ekor ikan tersebut.

Agung Andri – Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: