Korban Masih Terhimpit Reruntuhan Bangunan Beton
Senin, 24 Mei 2004 | 01:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Saat melakukan pencoran di lantai tiga, proyek bangunan ruko di Jalan Danau Agung Jaya I, RT.14 -RW. 10, Blok A/3 Sunter Agung, Jakarta Utara, Senin (24/5), runtuh. Sampai berita ini diturunkan, korban meninggal dunia sudah mencapai delapan orang: lima tewas seketika di lokasi dan tiga lainnya dalam perawatan medis di Rumah Sakit Agung, Sunter Agung. Sementara itu, belasan pekerja kasar proyek bangunan milik PT. Neo Serba Cantik itu, mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Agung.
Mereka yang meninggal dunia adalah Casmudi, Toni, Rudi alias Seger, Sukar, Kastim, Atang, Elom dan satu korban lain belum diketahui identitasnya. Korban meninggal dunia itu kini sudah dikirim aparat Kepolisian Sektor Tanjung Priuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Menurut beberapa pekerja kasar, sebenarnya mereka sudah tahu tanda-tanda akan terjadinya retakan beton. Bangunan seluas 35x15 meterpersegi dan direncanakan dibangun empat lantai, itu diduga runtuh lantaran pemasangan dag di lantai tiga dilakukan sebelum beton tiang penyangga kering. Saat dikonfirmasikan, pimpinan proyek, Raharjo Mukti (47) hanya menyatakan, saat bangunan yang rencananya diperuntukan kantor itu runtuh, dirinya berada agak jauh dari lokasi bangunan dan hanya mendengar bunyi reruntuhan. "Setelah saya lihat, ternyata separuh lantai di bagian lantai tiga ambruk," kata Raharjo.
Sampai sekarang, upaya evakuasi masih dilakukan. Guyuran hujan sempat membuat upaya evakuasi terhadap sejumlah korban reruntuhan proyek bangunan itu mengalami kesulitan. Tali pengait alat berat crane juga sempat putus, sehingga evakuasi korban yang masih terjebak di dalam reruntuhan untuk sementara dihentikan pada pukul 22.00 WIB.
Menurut Komandan Pengendalian Operasi, Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, Iskak Sulaiman, pihaknya tidak bisa meneruskan evakuasi terhadap korban yang tersisa -diduga bernama Atang dan Elom, lantaran alat berat yang ada tidak sanggup mengangkat reruntuhan beton. "Kami sedang menunggu mesin las dan alat penumbuk beton untuk memotong beton itu," kata Iskak.
Ramidi - Tempo News Room





