Penelitian Pencemaran Lamban
Jum'at, 28 Mei 2004 | 11:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bupati Kepulauan Seribu, Abdul Kadir mengeluhkan lambannya penelitian terhadap pencemaran minyak di perairan Kepulauan Seribu. Menurutnya meski telah dibentuk tim pengkaji pencemaran, hingga saat ini belum terlihat hasilnya.
Kendalanya, kemungkinan karena tidak tersedianya cukup dana untuk melakukan pengujian terhadap sampel tumpahan minyak yang diduga berasal dari sejumlah perusahaan penambangan minyak disekitar lokasi.
"Jangankan untuk penelitian pencemaran bulan April, pencemaran bulan Desember (tahun 2003) saja sampai sekarang belum selesai," ujarnya pada Tempo News Room, Jumat (28/5). Abdul Kadir mengatakan penelitian kasus pencemaran pada bulan Desember merupakan pencemaran terparah. Kerugian akibat pencemaran ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Sampai saat ini penelitian untuk mengetahui dari mana asal tumpahan minyak tersebut tersebut belum jelas. Menurut dia pada peristiwa pencemaran akhir tahun lalu telah diambil 19 sampel gumpalan minyak di sejumlah titik. Namun baru 3 sampel yang sedang dikerjakan. Sampel tersebut diteliti oleh Kementrian Pertambangan. Namun sejauh ini menurut Kadir juga belum diketahui hasilnya. Kementrian Pertambangan sudah kewalahan mengenai pembiayaannya.
Sehingga saat ini pihaknya sedang mengajukan permohonan kepada BP Migas untuk meminta bantuan meneliti terhadap 16 sampel lainnya. Ini dilakukan berdasarkan saran mereka saat rapat koordinasi. Namun meski surat permohonan itu telah dikirimkan 10 hari yang lalu, menurut dia sampai saat ini belum ada jawaban.
Penelitian pencemaran u saat ini masih terus dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta. Namun pihaknya mengaku pesimis bisa menuntaskan kasus pencemaan itu segera. Karena masalah lingkungan ini selalu terbentur pada kendala keterbatasan dana untuk pengujian.
Ramidi– Tempo News Room





