Tas di Bandara Soekarno-Hatta Bukan Bom

Selasa, 01 Juni 2004 | 14:07 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang: Tas yang disita dari seorang penumpang Garuda Indonesia-190 berinisial "RA" di terminal keberangkatan 2F, Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (1/6) pagi, ternyata berisi tiga bungkus bahan padat mengandung oksidator. "Puslabfor sudah meneliti barang bawaan RA, dan ternyata bukan bahan peledak, hanya memenuhi satu unsur oksidator," kata Direktur Reserse dan Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Mathius Salempang. Bahan itu, kata Salempang, juga bisa digunakan untuk perekat karet.

Awalnya, tas mencurigakan petugas karena tidak lolos pemeriksaan sinar-x, sehingga diduga adalah bahan peledak. Kemudian, pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi adanya barang-barang berbahaya masuk ke dalam pesawat. "Setelah mendapat laporan dari petugas terminal keberangkatan, kami langsung berkoordinasi dengan Kepolisian Bandara dan Puslabfor Polda Metro Jaya untuk meneliti barang bawaan RA," kata Direktur Operasi Teknik PT. Angkasa Pura, I Gusti Made Dordi.

Selain itu, Angkasa Pura Jakarta juga menghubungi Angkasa Pura Medan, untuk memeriksa penumpang berinisial "RA". "Kontak terhadap pilot pesawatpun dilakukan, agar mengawasi RA yang duduk di bangku 8C. Pilot diberitahu, akan ada pemeriksaan sebelum penumpang diturunkan," kata Made Dordi.

Saat ini, "RA" masih diperiksa di Polda Sumatera Utara. Dalam pemeriksaan awal, "RA" mengaku sebagai karyawan PT. Semen Andalas. Dirinya datang ke Jakarta untuk membeli bahan padat yang belum diketahui namanya itu yang akan digunakan sebagai keperluan instalasi listrik di perusahaannya.

Ayu Cipta - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: