Massa Rusak Rumah Ibadat

Senin, 07 Juni 2004 | 15:58 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi:Kira-kira 100 orang yang beringas dan tak bertanggung jawab melakukan aksi perusakan terhadap tempat kebaktian umat Kristen di Perum Griya Asri I Blok B 5/2 Rt 3/2 Desa Sumber Jaya, Tambun. Kini, aparat kepolisian sudah memeriksa empat orang yang diduga kuat terlibat aksi brutal itu.

Keterangan yang dihimpun Tempo News Room, Senin (7/6)
peritiswa perusakan itu terjadi pada Minggu (6/6). Aksi dimulai sekitar pukul 21.00 WIB di tengah pemukiman penduduk. Tak ada korban jiwa, namun, akibat dari aksi massa itu, tempat kebaktian milik Pendeta Simanungkalit, 40 tahun, mengalami kerusakan parah dan tak bisa dipakai lagi.

Menurut saksi mata, warga setempat yang tak mau disebutkan namanya, sekitar pukul 20.30 WIB perusakan itu dilakukan oleh massa yang datang secara
tiba-tiba. Mereka sempat berkumpul di depan rumah berukuran sekitar 8X6 meter persegi. "Mereka ngumpul-ngumpul dulu, mungkin nunggu temennya," katanya

Tak sampai setengah jam, massa yang semuanya lelaki itu datang secara bergelombang. Sebagian besar melengkapi diri dengan tongkat dan pentungan. Sebagian lagi membawa besi berukuran 1 meter dan batu.

Tak lama kemudian, orang tidak dikenal itu bergerak mendekati pintu gerbang rumah yang sedang ditinggalkan oleh pemiliknya.

Sebagian massa berteriak-teriak supaya rumah beratap genting itu dihancurkan dan dibakar saja. Bahkan, berbarengan dengan teriakan itu ada yang langsung melempari jendela dan atap genting rumah dengan batu bata. "Saya dengar dan ngintip, mereka serem banget, rumah itu dilempari terus," kata dia.

Massa kemudian menyebar ke sekitar rumah. Tidak lama kemudian segerombolan
massa yang datang dengan jalan kaki datang kembali tempat kejadian. Massa
tersebut juga langsung membaur dengan massa sebelumnya. Mereka pun ikut
melakukan aksi perusakan dengan cara merusak rumah.

Pada saat kejadian, tidak ada aparat keamanan perumahan biasanya aparat selalu mondar mandir di sekitar tempat itu. Bahkan, warga sekitar yang rumahnya hanya satu meter dan sekitar 10 meter lainnya tidak
ada yang berani keluar, apalagi berusaha mencegah aksi itu berlanjut terus.

Aksi perusakan itu berlangsung cukup lama. Kira-kira satu jam. Akibatnya, atap bagian depan bangunan berlantai satu yang saat ini sedang
direnovasi rontok seluruhnya. Bahkan, kaca jendela dan kayu kusen juga jebol. Pintu gerbang besi pun jebol karena dibanting.

Massa ternyata tak hanya merusak rumah ibadah itu, namun, juga merusak lima buah tiang penerangan perumahan. Lampu-lampu kaca hias besar berjatuhan dan
mati. Kaca-kaca berserakan di bawahnya.

Sekitar pukul 22.30 WIB, massa yang bertindak berlebihan itupun mulai reda. Tanpa basa-basi, mereka mulai berangsur meninggalkan lokasi itu. Mereka
sempat mengumpat. Bahkan sambil melempar kayu dan besi yang sebelumnya digunakan untuk merusak.

Baru setelah massa benar-benar tidak ada di tempat itu, sebagian warga memberanikan diri keluar dari rumah masing-masing. Sebagian lagi langsung melaporkan ke Kepala Desa Sumber Jaya Milin Kartono. Malam itu, juga warga dan aparat keamanan desa berjaga-jaga di tempat itu.

Senin paginya, aparat kepolisan dari Mapolsek Tambun dan Mapolres Metro Bekasi mendatangi lokasi itu. Aksi perusakan itu langsung menjadi sorotan banyak pihak, warga pun langsung berkerumun di lokasi. Namun, Pendeta
Simanungkait tidak ada di tempat.

Menurut Milin, aksi ini dilakukan oleh orang yang berasal dari luar perumahan itu. Namun, otaknya adalah warga sekitar tempat kebaktian itu.
Namun, dia sendiri belum mau menyebutkan identitasnya.

Saat ini, pihak kepolisian sudah meminta keterangan saksi mata, termasuk Kepala Desa, Pihak Kecamatan warga sekitar lokasi. Ada empat orang sudah diperiksa secara intensif, namun, pihak kepolisian belum memberikan
identitas keempat orang itu.

Siswanto —Tempo News Room

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :