Shangrila Ubah Peruntukan Trotoar
Senin, 07 Juni 2004 | 20:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dengan alasan menghindari kemacetan yang terjadi di sepanjang Jalan Karet Pasar Baru Timur, Hotel Shangrila memanfaatkan sebagian trotoar menjadi satu jalur mobil.
"Ini dilakukan untuk memudahkan pemakai jalan, sebab bila Shangrila ramai jalan tersebut macet," kata Ratna Syamsiar Idris, juru bicara Hotel Shangrila, Senin (7/6).
Awalnya jalur itu terdiri dari dua ruas, yaitu taman dan trotoar pejalan kaki dengan lebar sekitar 10 meter. Dengan adanya tambahan jalur mobil yang langsung masuk ke Shangrila tanah 10 meter tersebut terbagi menjadi tiga ruas yaitu jalur mobil masuk ke Shangrila, trotoar dan taman. Ukuran trotoar dan tamanpun otomatis menjadi lebih kecil. Dari tiga ruas tersebut trotoar yang baru hanya sekitar 2 meter dan berada di tengah antara taman dan lajur mobil.
Mengenai lahan yang digunakan untuk lajur mobil, Ratna mengatakan bahwa mereka menggunakan lahan milik hotel sendiri. "Kami memakai tanah milik Shangrila," tandasnya. Padahal lahan milik hotel hanyalah sebatas taman saja, sedangkan dari pengamatan Tempo News Room untuk jalur mobil memakai jalur trotoar. Tanah taman di depan Shangrila memang menjadi sangat kecil.
Sedangkan untuk masalah perizinan jalur mobil ini dinyatakan tidak ada masalah. "Kalau tidak ada izin kami tentu tidak berani, pasti ada izinnya," tandas Ratna. Izin tersebut diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta yang menyatakan sesuai dengan Konsep Penataan Jalan dan Saluran. Surat izin bernomor 009/JL/YM/TLBP/IV/2004 tertanggal 21 April ini ditandatangani oleh Fodly Misbach selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI.
Izin tersebut dibenarkan Pemprov DKI. ”Sudah ada izinnya untuk yang di depan Hotel Shangrila,” kata Muhayat, juru bicara Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, ketika dihubungi, Senin (7/6) sore.
Muhamad Fasabeni/Tarto - Tempo News Room




Komentar Anda :