Korban Cessna Berhasil Dievakuasi

Senin, 21 Juni 2004 | 18:34 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor:Tim Gabungan SAR terdiri dari Polres Bogor, Brimob Satuan Pelopor Kedung Halang, Bogor, Paskas TNI AU Atang Sanjaya, Bogor, dan Marinir TNI AL Cilandak Jakarta, berhasil menemukan empat korban pukul 01.30 Senin (21/6) dinihari. Semua korban berhasil diangkat di darat.

Sementara pilot pesawat, Letkol Penerbang Johan Pahlawan, baru dapat ditemukan pukul 09.10 WIB karena korban terbenam lumpur dan masih terikat di kabin pesawat. Semua korban dibawa ke kamar mayat RSU PMI Bogor.

“Tim kami terpaksa merusak kaca pesawat karena tubuh Johan masih terikat di kursi kemudi dan tertutup lumpur,“ jelas Inspektur Satu Bambang Wijiasmoro, Ketua Tim Delta I Brimob.

Semula Tim SAR beristirahat sekitar pukul 22.00 dan akan melanjutkan Senin pagi, tetapi beberapa penyelam yang turun ke dasar danau memberitahu posisi korban sudah terlihat jelas, dan akhirnya tim ini melanjutkan kembali mencari korban.

Jenasah pertama yang ditemukan yakni Pricillia Hall yang masih menggenakan helm putih parasut, kemudian Kapten Inf TNI AD Roni Adriono, 34 tahun, berada di posisi belakang. Hanya selang 5 menit ditemukan jenasah Edi Kristiono, 46 tahun, disusul Willy Allyson.

Setelah divisum sekitar pukul 05.00 WIB jenazah Roni, putra mantan Gubernur Jawa Tengah, Soewardi, dibawa ke rumah duka di Jalan Gempal Gang Wada I Nomor 54 Ceger, Jakarta Timur, selanjutkan diterbangkan ke Semarang.

Jenazah Edi dibawa ke rumah duka di Jalan Malaka Merah I/33, Pondok Kopi, Jakarta. Selanjutnya jenazah Edi dimakamkan di Desa Tonjong, Bojong Gede, Bogor siang harinya. Sedangkan jenazah Pricillia dan Willy masih disemayamkan di kamar mayat RSU PMI Bogor dan baru diambil oleh keluarganya pukul 14.35 WIB. Rencananya kedua jenazah akan disemayamkan di rumah duka Yayasan Dharmais, Jakarta, untuk selanjutkan akan diterbangkan ke Australia Selasa pagi.

Jenasah Johan disalatkan di kamar duka RSU PMI selanjutnya dibawa ke rumah ibunya di Jalan Gelatik II Blok V2 No 20, Sektor 2, Bintaro Jaya, Jakarta, untuk selanjutkan akan dimakamkan di Pemakaman Umum Tanah Kusir Jakarta dengan upacara militer.

Sementara itu Bing Sutanto, Sekretaris I Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) Cabang Bogor menjelaskan, pesawat Cessna 185 milik Club Aves Bandung buatan tahun 1960-an sudah ratusan kali mengantar penerjun melakukan latihan. Bahkan hari Sabtu, sehari sebelum musibah jatuhnya pesawat, Johan sempat melakukan latihan sebanya 10 sorti (penerbangan).

Rencananya hari Minggu ia akan melakukan tujuh sorti mengantarkan penerjun, tetapi baru enam sorti pesawat bermesin tunggal itu keburu jatuh dan menewaskan lima penumpangnya.

Deffan Purnama - Tempo News Room

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :