Jenasah Tiba di Semarang

Senin, 21 Juni 2004 | 18:52 WIB

Jenasah putra kedua Suwardi, Kapten Infanteri Ronny Adriono MA,34, yang menjadi salah satu korban kecelakaan jatuhnya pesawat Cesna, siang tadi (21/6) tiba di rumah orang tuanya di Semarang. Namun peti jenasah hanya singgah sebenntar karena langsung diberangkatkan ke Magelang untuk dimakamkan. Suasana duka sudah terasa sejak Minggu malam (20/6), ketika muncul kabar meninggalnya Ronny dalam kecelakaan.

Sejak pagi hingga siang tadi rumah di perumahan mewah Pantai Marina Semarang itu ramai didatangi pelayat. Rata-rata mantan pejabat dan pejabat tinggi seperti Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto dan Ketua DPRD Mardijo. Tampak pula melayat Kepala Badan Intelejen Negara AM Hendropriyono yang datang menjelang siang hari. Terlihat pula puluhan karangan bunga dari Capres Partai Golkar Wiranto, Kepala BIN AM Hendropriyono, Bupati Wonogiri, Bupati Kudus, para pejabat di Jateng dan Semarang serta kolega dari berbagai perusahaan terkenal.

Jenazah Ronny yang bertugas sebagai operator dan instruktur terjun payung itu, tiba dengan ambulan pukul 13.40 WIB, diiringi mobil sedan yang ditumpangi Suwardi. Peti jenazah kemudian diusung oleh anggota TNI dari Kodim 0733 BS.

Ibunda Ronny Ny Yani Suwardi tak kuasa menahan tangis setelah peti jenazah dibuka oleh Suwardi dan kerabat lainnya. Demikian pula istri Ronny, Nety Ernawati dan kerabat lainnya. Jenazah terlihat masih berdarah. Kakak almarhum, Dony Adriyanto dan adiknya Dona Sophiyanti, juga terlihat sangat terpukul saudara mereka terbaring dalam peti jenazah dibalut kafan dan kapas.

Setelah dishalatkan, jenazah Ronny kemudian diserahkan oleh keluarga kepada Komandan Kodim 0733/BS Letkol Gina Yoginda untuk diberangkatkan dengan upacara militer menuju ke pemakaman keluarga di Kalikutho, Grabag Magelang.

Almarhum Ronny, adalah anak kedua dari tiga bersaudara putra Suwardi. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Nety Ernawati Darga dan dua orang anak Nadhiazka Nawang Putri Adriono, 5 tahun, Rayvenska Ahmada Muzayana Adriono 1 tahun.

“Dia memang sudah sering melatih terjun payung. Kami tidak menyangka kecelakaan itu, tak ada firasat apa-apa, kami sangat kaget.”kata Ny Yani Suwardi, ibunda Ronny. Kontak terakhir keluarga dengan almarhum, kata Yani, terjadi 2 minggu lalu.

Keluarga Suwardi mengaku mendengar berita kecelakaan ini dari siaran radio Elshinta Minggu (20/6) siang. Suwardi kemudian langsung mencari informasi di Jakarta. Begitu mendapat kepastian, sore itu juga ia berangkat ke Jakarta menjemput putranya itu.

Ronny ditemukan tewas bersama empat penumpang dan pilot pesawat Cessna 185 Skywagon jatuh dan tenggelam ke dalam Danau Lido, di Cijeruk, Bogor, Jawa Barat mereka adalah Letnan Kolonel Penerbang Johan Pahlawan (pilot), Eddy dua wisatawan asing dari Australia, Pricillia Hall, 36 tahun, dan Willy Allison, 38 tahun.

(dian yuliastuti-tnr)






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: