Semua Korban Cessna Sudah Dievakuasi

Selasa, 22 Juni 2004 | 09:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Setelah semua korban musibah pesawat Cessna 185 Skywagon L-1811 ditemukan, tim evakuasi hari ini akan menarik pesawat itu dari dasar Danau Lido, Cijeruk, Bogor.

Untuk keperluan itu, sejumlah peralatan sudah didatangkan di dekat lokasi jatuhnya pesawat. Rencananya, jika pesawat sudah diangkat, tim akan melakukan penyelidikan.

Keempat korban pesawat yang jatuh pada Ahad lalu itu ditemukan kemarin pukul 01.30 WIB. Tim gabungan SAR--terdiri atas Polres Bogor, Brimob Satuan Pelopor Kedung Halang, Bogor, TNI AU Bogor, dan Marinir TNI AL Cilandak, Jakarta--segera mengangkat korban ke darat.

Tim sempat kesulitan ketika akan mengevakuasi pilot, Letnan Kolonel Penerbang Johan Pahlawan, karena korban terbenam di dalam lumpur dan masih terikat di kursi kemudi. "Tim kami terpaksa merusak kaca pesawat," Ketua Tim Delta I Brimob Inspektur Satu Bambang Wijiasmoro menjelaskan.

Evakuasi baru selesai sekitar pukul 09.10 WIB. Semua korban langsung dibawa ke kamar mayat RSU PMI Bogor.
Menurut Bambang, semula tim SAR beristirahat sekitar pukul 22.00 WIB dan akan melanjutkan pencarian Senin pagi.

Tapi karena beberapa penyelam yang turun ke dasar danau memberi tahu posisi korban sudah terlihat jelas, akhirnya tim melanjutkan kembali pencarian. Jenazah pertama akhirnya ditemukan, yakni Pricillia Hall, yang masih mengenakan helm putih parasut. Disusul kemudian Kapten Infanteri Ronny Adriono, Eddy Kristiono, dan Willy Allyson.

Setelah divisum sekitar pukul 05.00 WIB di RSU PMI, Bogor, jenazah Ronny Andriono, putra mantan Gubernur Jawa Tengah Soewardi, dibawa ke rumah duka di Jalan Gempal, Gang Wada I No. 54, Ceger, Jakarta Timur, selanjutnya diterbangkan ke Semarang. Sekitar pukul 13.40 jenazah tiba di rumah duka, Vila Marina A-8, Semarang, diiringi mobil sedan yang ditumpangi Soewardi.

Ibunda almarhum, Ny. Yani Soewardi, mengaku tak memiliki firasat apa-apa ketika kecelakaan itu terjadi. "Dia memang sudah sering melatih para penerjun. Kami tidak menyangka kecelakaan itu, tak ada firasat apa-apa," ujarnya lirih dengan mata sembab.

Setelah disalatkan, jenazah diberangkatkan menuju pemakaman keluarga di Kalikutho, Grabag, Magelang, dengan upacara kemiliteran. Ronny, anak kedua dari tiga bersaudara putra Soewardi, meninggalkan seorang istri, Nety Ernawati Darga, dan dua orang anak, Nadhiazka Nawang Putri Adriono, 5 tahun, dan Rayvenska Ahmada Muzayana Adriono, 1 tahun.

Sementara itu, jenazah Eddy Kristiono dibawa ke rumah duka di Jalan Malaka Merah I No. 33, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Kemarin siang jenazahnya dimakamkan di Desa Tonjong, Bojong Gede, Bogor. Pada saat bersamaan, sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah Johan Pahlawan dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir dengan upacara militer.

Istrinya, Ny. Siti Syamsiah, 30 tahun, tak kuasa menahan tangis ketika mendapat ucapan belasungkawa dari Marsekal Madya Edi Eko S. dan beberapa perwira menengah lainnya dari Markas Besar TNI AU. Kedua anaknya, Nur Iksan, 11 tahun, dan Fatimah, 9 tahun, terlihat tabah, bahkan beberapa kali memberikan tisu kepada ibunya.

Sebelumnya, sekitar pukul 11.00 WIB, Stewart Hall, kakak kandung Pricillia Hall, datang di RS PMI, Bogor, bersama istrinya, Mellanie, didampingi beberapa staf Kedutaan Australia. Stewart terlihat terpukul begitu menyaksikan adik kandungnya sudah terbujur kaku. Begitu juga teman bisnis Willy dari Indonesia, yang sudah berkumpul sejak pagi. Willy adalah teman dekat Pricillia.

Menurut jadwal, jenazah keduanya akan diterbangkan ke Australia pagi ini. Willy akan dimakamkan di Brisbanne, sedangkan Pricillia di Sydney.

Stewart menuturkan, adiknya sudah berada di Indonesia selama dua tahun, bekerja sebagai pendesain interior di sebuah perusahaan di Jakarta. "Pricillia sangat betah tinggal di Indonesia. Terakhir dia hanya bilang ingin menghabiskan hidupnya di Indonesia. Kini dia benar-benar telah pergi," ujar Stewart tak kuasa menahan haru.

Bing Sutanto, Sekretaris I Federasi Aerosport Seluruh Indonesia cabang Bogor, menjelaskan, pesawat Cessna 185 milik Club Aves Bandung sudah ratusan kali mengantar penerjun melakukan latihan. "Bahkan sehari sebelum jatuhnya pesawat, Letkol Johan Pahlawan sempat berlatih sebanyak 10 sorti (penerbangan)," ujar Bing.

deffan purnana/indra darmawan/dian yuliastuti






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: