Daya Tampung SLTP Negeri Cuma 70 Persen
Rabu, 23 Juni 2004 | 20:40 WIB
Hal tersebut diungkapkan Kepala Sub Dinas Pendidikan Dasar Menengah SLTP DKI Jakarta Iing Ahmat Mungkin, Rabu (23/6) kepada Tempo News Room. Dari catatan Dinas Pendidikan, siswa SD yang mengikuti ujian akhir sebanyak 132.013 orang.
Pengumuman hasil ujian SD akan dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2004. Namun, sampai saat ini pihak dinas Pendidikan belum mengetahui seberapa besar angka kelulusan siswa. Pada tahun kemarin, sebanyak 99 persen siswa berhasil lulus. Saat itu, standar kelulusan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta adalah 4,00.
Untuk tahun ini, nilai standar kelulusan dinaikkan menjadi 5,00. Menurut Ahmat hal ini tidak usah dikhawatirkan. “Standar nilai rata-rata DKI Jakarta lebih tinggi, karena berdasar evaluasi tahun lalu rata-rata lebih dari 6,1,”kata Dia. apalagi bagi siswa yang tidak lulus akan ada ujian ulangan.
Kewenangan meluluskan seorang siswa menurut Ahmat, ada dimasing-masing sekolah. “Sedangan nanti tanggal 29 Juni, pihak sekolah akan mengajukan laporan berita kelulusan untuk digunakan sebagai dasar mengeluarkan STTB,”ujarnya. Sehingga kewenangan ini sepenuhnya ada dipihak sekolah. Dinas Pendidikan hanya berhak mengeluarkan surat tanda tamat belajar berdasar rujukan dari sekolahan masing-masing.
Hal ini agak berbeda dengan mekanisme kelulusan yang diterapkan pada siswa SMU. Dasar kelulusan siswa SMU ditentukan oleh nilai hasil Ujian Akhir Nasional. Dinas pendidikan menetapkan standar nilai kelulusan adalah 4,01. Sebanyak 5207 siswa dinyatakan tidak lulus dan harus mengikuti ujian susulan.
Tahapan memasuki bangku SLTP telah dilaksanakan hari sabtu kemarin dengan melakukan General Tes. Tes ini dilaksanakan oleh masing-masing sekolah untuk menentukan siswa yang layak untuk masuk.”Sisanya yang tak tertampung di SLTP Negeri bisa memasuki SLTP swasta,” kata Ahmat.
Ada beberapa cara untuk mendapatkan kursi di SLTP Negeri.”Yang umum melalui ketentuan Tes Akademik ini, namun ada juga SMP berkelanjutan,”ujarnya. Pada sekolah jenis ini siswa tidak melakukan tes masuk lagi. Diwilayah DKI Jakarta ada 11 sekolah seperti ini. Salah satunya adalah SLTP 248 Jakarta.
Sedangkan bagi pemegang rangking satu sampai sepuluh disekolahnya, siswa diberikan kebebasan untuk memilih SLTP yang diinginkan tanpa mengikuti tes masuk lagi.”Ini merupakan proyek percontohan, jumlahnya 10 SLTP dari 43 SLTP favorit di DKI Jakarta,”kata Ahmat. Salah satunya adalah SLTP Komplek Salemba dan SLTP 48 Kebon Jeruk. Menurut Ahmat, setiap kotamadia di Jakarta memiliki 2 SLTP unggulan.
Jumlah SLTP Negeri saat ini yang tercatat di Dinas Pendidikan adalah sebesar 285. Sedangkan sekolah swasta lebih dari 500 buah. “Dari kapasitas SMP yang ada, semua lulusan SD dapat tertampung,”kata Ahmat.
sutarto-tnr





