Vaksin Flu Burung Akan Diproduksi di Bogor
Rabu, 14 Juli 2004 | 17:06 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor:Untuk pertama kalinya Indonesia akan memproduksi vaksin flu burung (avian influenza) secara legal di Bogor. Vaksin jenis avian influenza rekombinan ini menggunakan teknologi hasil kerja sama peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor dan Shigeta Animal Pharmaceuticals Inc. Jepang.
Untuk memproduksi vaksin itu kedua pihak menunjuk PT Bogor Life Sciences and Teknologi (BLSC) sebagai holding company-nya. Rencananya dalam waktu dekat mereka bisa memproduksi sebanyak 300 juta vaksin. Penandatanganan kerja sama dilakukan di FKH IPB, Rabu (14/7).
“Untuk memproduksi ratusan juta vaksin avian influenza rekombinan, rencananya BLSC akan membangun pabrik pembuatan vaksin di daerah Kabupaten Bogor,” ujar Thamrin Poeloengan, Direktur Utama BLSC. Sedangkan tenaga ahli pembuat vaksin berasal dari FKH IPB dan Shigeta.
Direktur Utama Shigeta Yoshiyuki Nishio mengatakan kegembiraannya bisa melakukan kerja sama untuk pertama kalinya dengan pihak luar negeri, khususnya IPB dan BLSC. “Ini merupakan kerja sama pertama kali dengan pihak asing. Kami menghargai usaha yang dilakukan oleh peneliti Indonesia, rencananya vaksin ini akan kami patenkan,” ujar Yoshiyuki yang diterjemahkan.
Jenis vaksin avian influenza (AI) rekombinan diklaim sebagai vaksi yang mempunyai tingkat proteksi terhadap unggas sampai 99 persen dibanding dengan vaksin AI konvensional.
Menurut Kamaluddin Zarkasie, Direktur Operasional BLSC, vaksin konvensional dibuat dengan cara melemahkan virus AI, kemudian ditumbuhkan pada media atau embrio ayam. Namun hasilnya belum bisa menahan serangan virus AI secara terukur di Asia Tenggara awal pertengahan tahun 2003 sampai awal tahun 2004 yang menyebabkan ratusan juta ekor ayam petelur mati. Vaksin konvensional juga tidak mampu mengatasi dampak flu burung pada manusia.
Sementara, secara rekayasa teknologi, pembuatan vaksin AI rekombinan dimatikan terlebih dahulu agar tidak berbahaya bagi lingkungan, kemudian melalui teknologi molekuler vaksin ini dikembangkan. Hasilnyapun lebih baik dan aman bagi manusia.
Deffan Purnama - Tempo News Room





